SuaraBandungBarat.id - Melakukan hubungan badan antara suami istri adalah kebutuhan biologis bagi kedua belah pihak.
Namun, apakah boleh wanita menolak ajakan suami yang ingin berhubungan badan dengan beralasan lelah karena berkegiatan? begini penjelasan ustadz Riza Muhammad.
Menurut ustadz Riza, dalam hukum Islam wanita tidak boleh menolak ajakan suami. Dalam hadits terdapat sebuah riwayat yang menyatakan bahwa, ketika engkau (wanita) sibuk masak di dapur, kemudian suami datang untuk menyampaikan hasratnya berhubungan badan.
Maka, hal yang harus dilakukan adalah mematikan kompor, tinggalkan dapur, dan layani suaminya.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa sesibuk apapun perempuan, harus tetap melayani suaminya. Karena, hal itu merupakan kebutuhan sang suami.
Jika sampai ditolak, maka suami (dikhawatirkan) akan menyalurkan di tempat lain dan itu berbahaya. Namun, jika dilihat secara manusiawi, suami juga harus bertanya bagaimana kondisi pasangan.
Selepas itu, dalam diskusi antara Ustadz Riza dan istrinya, Indri Giana yang dilansir dari kanal YouTube Orami Entertainment pada Rabu (22/2/23), timbul persoalan tentang sikap yang harus diambil oleh sang istri, ketika suaminya menyimpang (ingin melakukan hubungan badan melalui dubur).
Maka ustadz Riza memaparkan, bahwa istri berhak menolak (ajakan hubungan badan). Karena, terdapat sebuah hadits riwayat abu Daud dan An-Nasai, Rasulullah Saw bersabda:
"Allah melaknat seorang laki-laki yang mendatangi istrinya melalui duburnya".
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Burundi usai Shayne Pattynama Batal Debut
Bahkan, jika istri meminta cerai karena hal demikian, itu diperbolehkan. Karena suami telah melanggar syariat Islam.
"Karena laki-laki itu sudah melanggar syariat. Buat apa mempertahankan hubungan sama laki-laki yang justru berani kepada Allah?," Ucapnya.
"Orang yang sudah berani kepada Allah dan Rasulnya, maka pasti akan lebih berani kepada manusia. Orang yang berkhianat kepada hukum Allah, maka akan lebih berani untuk berkhianat kepada manusia," sambung ustadz Riza. (*)
Sumber: Kanal Youtube Orami Entertaiment
Kontributor: Sansan
Berita Terkait
-
Zoya Amirin Bocorkan Waktu Pas saat Pria Ingin 'Basah Bareng' dengan Istrinya, Ternyata....
-
Kata Zoya Amirin: Cara Menggoda Suami untuk 'Main Bareng' Lagi Bisa dengan Ini, Dijamin Gak Bisa Nolak
-
Terkuak Pamer Kemesraan Sebut Ayu Ting Ting Wanita Idamannya Boy William
-
Kata Dokter Zaidul Akbar: Cara Cepat Hamil untuk Suami Istri yang Sedang Ikhtiar Mendapatkan Anak, Coba Tips Ini
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing
-
4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram
-
Ditempa Sang Waktu: Berapapun Seringnya, Patah Hati itu Tetap Sakit!
-
ASDP Operasikan 29 Kapal untuk Jaga Kelancaran Logistik Ketapang-Gilimanuk
-
Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025
-
3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
-
Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi
-
SIG Bina 580 UMKM, Transaksi Tembus Rp6,9 Miliar dan Serap 2.100 Pekerja