/
Rabu, 12 April 2023 | 23:58 WIB
Ilustrasi Gerhana Matahari (IlCredit: pexels.com/Larry)

SuaraBandungBarat.id - Gerhana Matahari Total dan Gerhana Hybrid (Gerhana Matahari Cincin) akan terjadi pada tanggal 20 April 2023, fenomena alam luar biasa ini atas kehendak dan keagungan Allah yang dapat dilihat di seluruh wilayah Indonesia.

“Gerhana matahari bisa terjadi di akhir bulan Qamariyah pada fase bulan mati, atau ijtimak atau ada yang menyebut juga konjungsi. Itu pun baru terjadi kalau posisi matahari, bulan, dan bumi dalam satu garis ekliptik atau zodiak yang sama dan derajat yang sama,” terang KH Sirril Wafa, Ketua Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), dikutip dari Website NU Online (11/4/2023).

Seluruh Masjid di Indonesia secara serentak akan mengumandangkan Gema Takbir, Istighfar, Sholat Gerhana Matahari, dan Shodaqoh Gerhana Matahari dengan rangkaian ibadah sebagai berikut:

08:30 WIB: Mulai Mempersiapkan Pengumuman Akan Terjadi Gerhana Matahari Hybrid (Total sekaligus Cincin).

09:00 WIB: Gema Sayyidul Istigfar dan Siap-siap Takbir Gerhana.

09:27 WIB: Mengumandangkan Gema Takbir Gerhana (Mulai ada Objek Bulan Menutupi Matahari).

10:30 WIB : Mengucapkan Asholaatu Jaami'ah (Mulai Kondisi Meredup Kegelapan).

10:35 WIB: Sholat Gerhana Matahari.

11:00 WIB: Khutbah Gerhana Matahari.

Baca Juga: Raffi Ahmad Singgung Ayu Ting Ting di Depan Nagita Slavina, Reaksi Mbak Lala Bikin Salfok

11:30 WIB: Melanjutkan Gema Takbir hingga akhir Gerhana terbuka kembali, diiringi dengan Shodaqoh Gerhana, dilanjutkan dengan Mengumandangkan Gema Adzan Zuhur dan Sholat Zuhur.

12:00 WIB: Sholat Zuhur.

12:15 WIB: Memperbanyak Sayyidul Istighfar memohon Ampunan kepada Alloh dan Sesama Makhluk.

12:30 WIB : Lihat kembali Matahari apakah sudah terbuka bersinar.

Dari ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha, Nabi Shallallaahu 'alaihi wassallam bersabda:

_Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo'alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah._

(HR. Bukhari No. 1044)

Rangkaian fase Gerhana Matahari Total dan Cincin secara Global:

1) Mulai Fase Awal P1: 08:34:16 WIB.

2) Fase Umbra (Gelap): 09:36:57 WIB hingga 12:56:36 WIB.

3) Fase Akhir P4 Rangkaian Gerhana: 13:59:14 WIB.

Secara hisab dan rukyat setiap kota/kabupaten akan mengalami gerhana matahari pada waktu yang berbeda-beda. 

Di Kota Bandung mulai kontak awal pukul 09:27:38 WIB, puncak maksimum (kegelapan) pukul 10:45:19 WIB, hingga kontak akhir pukul 12:08:32 WIB. Untuk Kota Bandung Matahari akan terhalang piringan Bulan maksimum mencapai 0,532 Magnitude. Sehingga secara perlahan suasana lingkungan bumi yang mengalami gerhana matahari akan meredup.

Meskipun terjadi di Bulan Ramadhan, tetap dianjurkan untuk:

1) Mengumandangkan Gema Takbir* dengan memperbanyak Takbir, mengagungkan Asma Allah, lafadz dan lantunkan sebagaimana Takbir pada 2 Hari Raya dari Awal Gerhana hingga Gerhana Matahari Berakhir.

2) Mengumandangkan Gema Istighfar,* karena merasa takut dan khawatir akan terjadi sesuatu, dengan memohon ampunan kepada Allah dan maaf kepada semua makhluk.

3) Mengucapkan "Asholaatu Jaami'ah"

4) *Shalat Gerhana Matahari.

5) Mendirikan dan Mendengarkan *Khutbah Gerhana Matahari.

6) Bersodaqoh Gerhana Matahari.

7) Melanjutkan Gema Takbir hingga akhir Gerhana Matahari dan Matahari terbuka kembali besinar normal.

Seluruh Masjid, Musholla, Tempat Ibadah di tempat Umum/ Sekolah/ Kampus / dan sebagainya dapat ikut merelay dan mengumandangkan Gema Takbir Gerhana. (*)

Sumber : NU Online

Load More