/
Senin, 17 April 2023 | 16:36 WIB
Ilustrasi. (freepik)

SUARA BANDUNG BARAT - Dokter Boyke Dian Nugraha membagikan tips cara mengajarkan pendidikan seks bagi anak yang dapat diberikan oleh orang tua untuk kesehatan keluarganya.

Seksolog tersebut membagikan tips ini saat menghadiri podcast di kanal YouTube milik Merry Riana sebagaimana kami kutip pada Senin (17/4/2023).

Pertama-tama dr Boyke menjawab pertanyaan Merry Riana tentang seks itu adalah hal yang tabu atau tidak, ia menjawab bahwa semua itu tergantung dari lingkungan keluarga.

dr Boyke menyebut pendidikan seks adalah tentang bagaimana orang tua mengkomunikasikannya kepada anak.

"Kalau kita ngomongin seks dengan tujuan yang baik, hal-hal kayak gini (pendidikan seks) tergantung dari lingkungan keluarganya," ungkap dr Boyke.

Ia juga menuturkan jika kehidupan di dalam keluarga segalanya berbau dosa, maka akan sulit untuk mengkomunikasikan pendidikan seks.

"Semantara kita, selalu dimasukin informasi-informasi dari YouTube, googling, mengenai hal apapun tentang seks," lanjut dr Boyke.

Pendidikan seks yang diberikan oleh orang tua kepada seorang anak sebenarnya akan menjadi imun kebal bagi anak supaya tidak terjerumus kepada hal-hal yang negatif tentang perilaku seksual.

Hal ini disebabkan karena pendidikan seks bersifat sebagai pengetahuan, imunisasinya bersifat nalaritas dan kesadaran yakni suatu upaya untuk menjaga kesehatan reproduksi.

Baca Juga: 7 Tips Aman Mengajak Anak Balita Silaturahmi saat Hari Raya Idulfitri

Ia juga menambahkan bahwa memberi anak pengetahuan mengenai reproduksi dapat dilakukan mulai sang anak bertanya dan sebagai orang tua, diwajibkan menjawab pertanyaan si anak tanpa dibubuhi dengan kebohongan.

Apalagi, hari ini perkembangan teknologi semakin maju yang akan membuat anak sering melihat tontonan yang dapat memicu rangsangan sehingga anak lebih cepat mengalami masa pubertas.

dr Boyke juga menginformasikan bahwa baik anak perempuan atau pun laki-;aki harus mulai diberitahu mengenai mimpi basah dan menstruasi pertama bahkan sejak mereka duduk dibangku kelas 5 SD.

Ia juga menyebut yang paling penting membagikan pendidikan seks sebenarnya bukan guru sekolah, guru agama tetapi orang tua itu sendirilah.

Maka perlu orang tua untuk memperhatikan ciri-ciri anak yang sudah memasuki masa pubertas. Seperti misalnya anak perempuan yang sudah mulai malu dan sudah tumbuh ciri-ciri pubertas dari sang anak.

Tak hanya itu, seksolog tersebut juga menyebut bahwa tak ada pendidikan yang terlalu jauh yang ada setiap manusia dapat menangkap hal apapun selagi kita tulus dan jujur pasti mereka akan lebih siap menerima. (*)

Load More