SuaraBandungBarat.id – Setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadhan, umat muslim seluruh dunia akan merayakan Hari Raya Idul Fitri atau lebaran.
Pada saat lebaran, banyak kemudian tersaji berbagai makanan dari mulai opor ayam, ketupat, dan kue-kue.
Namun, meski banyak makanan enak yang bisa disantap ketika lebaran, tetapi tetap harus hati-hati akan dampaknya.
Terlebih makanan yang disantap tersebut terasa pedas, mengandung minyak dan lemak tinggi, serta manis yang berlebihan.
Dilansir bandungbarat.suara.com dari laman website PMJ News pada Senin (24/4/2023), berikut 5 penyakit yang mengintai karena makan berlebihan setelah lebaran.
1. Asam urat
Pertama, asam urat yang menjadi satu di antaranya beberapa penyakit yang harus diwaspadai ketika lebaran.
Biasanya, penyakit ini muncul karena makanan seperti daging, jeroan, hingga kaldu gurih yang dikonsumsi secara berlebihan.
2. Kolesterol tinggi
Kedua, kolesterol tinggi juga menjadi masalah berikutnya yang bisa muncul dikarenakan makanan tinggi lemak dan kalori.
Apabila kadar kolesterol tersebut berlebihan dalam darah, maka bisa menjadi pemicu masalah yang lain seperti penyakit jantung dan stroke.
3. Radang tenggorokan
Kemudian penyakitnya yang bisa muncul adalah radang tenggorokan karena makanan pedas dan berminyak yang bisa merusak lapisan pelindung.
Juga minuman dingin yang bisa membuat peradangan di tenggorokan menjadi lebih buruk.
4. Diabetes
Berikutnya, masalah penyakit yang bisa muncul disebabkan karena konsumsi kue kering yang mengandung tinggi gula.
Selain itu, nasi dan sirup yang dikonsumsi berlebihan juga bisa berbahayan dan pada akhirnya memunculkan masalah diabetes.
5. Hipertensi
Terakhir, hipertensi atau tekanan darah tinggi yang bisa muncul ketika lebaran karena makanan.
Biasanya masalah hipertensi ini muncul ketika seseorang mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi garam.
Itulah 5 penyakit berbahaya yang bisa saja timbul setelah lebaran karena terlalu makan banyak.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik