Suara Bandung Barat - Kisah horor, cerita horor, The Tunel merupakan salah satu bagian dari film Dreams (1990) yang mengisahkan tentang tentara yang belum menerima nasib meninggal dunianya.
Setelah perang dunia II, seorang komandan angkatan darat Jepang berjalan ke sebuah terowongan, tiba-tiba langkahnya dihentikan oleh seorang anjing yang nampak tak asing baginya.
Anjing tersebut menggong-gong pada si komandan, seolah-olah ingin mengatakan sesuatu, sang komandan nampak sedikit takut, namun ia memutuskan untuk tidak menghiraukannya. Ia pun terus lanjut berlanjut ke arah terowongan.
Namun, langkahnya kembali terhenti, setelah ia mendengar derap langkah-seolah-olah derap langkah tentara yang sedang baris-berbaris menuju ke arahnya.
Ternyata, prajuit yang berderap langkah tersebut adalah para bawahannya saat perang dunia dulu.
Seorang prajuit lantas datang menghadap sang komandan, prajurit itu bernama Noguchi yang telah dinyatakan meninggal saat perang dunia berkecamuk.
Namun, sang prajurit itu, tidak percaya bahwa dirinya telah mati, bahkan Noguchi mengatakan ia sempat ke rumah dan memakan kue buatan ibunya.
Sang komandan bingung, karena Noguchi senyatanya telah benar-benar meninggal, komandan pun menceritakan jika sebelum meninggal Noguchi menceritakan tentang kue buatan ibunya tersebut.
"Kamu benar-benar sudah mati," ucap sang komandan menegaskan.
Baca Juga: 40 Twibbon 17 Agustus HUT RI ke-78 dengan Desain Terbaru, Gratis Bisa Langsung Download!
Noghuci mengerti perkataan komandan tersebut, ia pun berjalan ke arah depan dan menunjuk sebuah rumah, "Di sanalah rumahku, komandan!" ucap sang prajurit.
"Ayah dan Ibu menantiku pulang," lirih Noghuci, dan sang komandan pun meminta maaf bahwa sebenar-benarnya Noghuci telah meninggal.
Dengan perasaan hancur, Noghuci pun berbalik menuju arah terowongan, dan terakhir, komandan pun memberikan hormat karena ia mengerti betapa hancurnya hati seorang prajurit tersebut.
Namun, tidak lama setelah kejadian tersebut derap langkah barisan prajurit kembali terdengar, ternyata mereka adalah sepasukan komandan saat perang dunia dulu.
Noghuci pun memberikan aba-aba untuk memberikan hormat pada sang komandan untuk terakhir kalinya.
"Lapor komandan, peleton tiga kembali ke markas, tak ada korban jiwa satu orang pun," ucap Noghuci.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sering Ditagih Warga, Alasan Kapolres Bekasi Kombes Sumarni Hubungi Sony Sonjaya Terungkap
-
Kabar Terbaru Tol Bocimi, Kapan Jalur Cibadak-Sukabumi Barat Mulai Bisa Dilintasi?
-
Viral Siswi SD Menangis Akibat Listrik Padam Saat OSN, Disdik Sukabumi Minta Ujian Diulang
-
6 Fakta Terbaru Pemeriksaan Wabup Syafrudin, Kasus Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu
-
BEM USU Gelar Demo di DPRD Sumut Besok, Usung 6 Tuntutan
-
Mampukah CFD Ampera Menjadi Malioboro Mingguan Palembang?
-
Kejati Jabar Segera Layangkan Panggilan Kedua untuk Wabup Indramayu Syafrudin
-
Hasil PCMB Tidak Sesuai? Begini Cara Dialihkan ke Sekolah Swasta atau SPMB Tahap 2
-
Takut Diamuk Massa, Alasan Sopir Truk Fuso Kabur Usai Tabrak Lari Tokoh Pramuka
-
137 Kali Karhutla, 305 Hektare Lahan Sudah Hangus, Ancaman Asap Kembali Mengintai Sumsel?