SUARA BANDUNG BARAT - Saya bekerja sebagai seorang staf IT. Hanya ada dua dari kami di departemen IT: saya dan Yana. Tugas kami adalah memastikan bahwa semua sistem komputer dan jaringan internet berjalan dengan lancar.
Pada hari itu, di Bandung, hujan deras turun dan petir terus-menerus bersinar. Sekitar jam setengah lima sore, beberapa jam sebelum lebaran, takdir tiba-tiba memutuskan untuk mengubah segalanya.
Listrik mati seketika, mematikan semua komputer, lampu, dan perangkat listrik lainnya. Beberapa rekan kerja mengatakan bahwa pekerjaan mereka belum selesai.
Saya dipanggil oleh atasan saya untuk mencoba memeriksa dan menghidupkannya kembali. Bersama dengan Diana, kami mencoba memeriksa masalah ini.
Tampaknya tidak akan selesai dengan cepat. Mungkin ada konsleting yang perlu diperbaiki semalaman. Bos kami memutuskan untuk memulangkan staf kami dan melanjutkan pekerjaan besok.
Sebelum pulang, bos mengingatkan bahwa listrik harus segera dinyalakan karena ada banyak hal yang perlu diselesaikan esok hari. Kami menyetujui dan mulai bekerja.
Saya dan Diana memeriksa perangkat satu per satu. Meskipun saya telah bekerja di sini selama lebih dari setahun, saya belum pernah menghadapi situasi seperti ini sebelumnya.
Yana, yang baru beberapa bulan bergabung, juga merasa sama. Untuk mendapatkan bantuan, saya memutuskan untuk menghubungi seorang senior yang pernah mengatasi masalah serupa. Setelah berbicara dengan Pak Dodi, dia menyarankan untuk memeriksa ruang bawah tanah tempat genset berada.
Saya menuruti saran Pak Dodi dan bersama Yana, kami pergi ke ruang bawah tanah dengan senter sebagai sumber cahaya. Ruangan itu gelap dan sepi, hanya terdengar suara hujan di luar. Kami berhasil membuka pintu yang berkarat dan sulit. Setelah memeriksa genset, kami menemukan bahwa persediaan solar sangat sedikit dan perlu diisi ulang. Yana pergi untuk mengambil solar dari ruang lain.
Saya melanjutkan pemeriksaan ruangan dengan senter, dan tiba-tiba merasa dingin di belakang leher saya. Saya mengira itu hanya angin dari luar, tetapi kemudian pintu besi tiba-tiba terbanting dengan keras. Saya menyorot senter ke arah pintu dan melihat bahwa pintu itu tertutup rapat. Saya berusaha membuka pintu, tetapi sangat sulit. Akhirnya, saat saya berhasil membukanya, senter jatuh dan mati.
Tiba-tiba, cahaya di dalam ruangan hilang dan suasana menjadi sangat gelap. Saya merasa seperti ada sesuatu yang menyentuh lengan dan leher saya dengan lembut dan tajam seperti ijuk. Saat saya melihat ke atas, saya melihat sepasang mata merah yang besar dan bersinar di atas saya. Saya berteriak dan berusaha membuka pintu, tetapi tidak ada suara dari luar.
Saat pintu akhirnya terbuka, saya melihat Pak Dudi dan senior lainnya yang datang menyelamatkan. Mereka membantu saya keluar dari ruangan. Saya merasa panik dan lemas, tetapi mereka berhasil menenangkan saya. Mereka menghidupkan kembali genset dan memperbaiki masalah kelistrikan.
Pak Dodi berpendapat bahwa mungkin ada entitas penunggu yang marah di dalam ruangan genset tersebut. Meskipun saya tidak mengucapkan salam atau permisi saat memasuki ruangan, kami berhasil mengatasi masalah ini. Malam itu saya belajar bahwa ada hal-hal yang tidak dapat dijelaskan dengan akal sehat dan mungkin ada kekuatan gaib yang terlibat. (*)
Disclaimer: Konten ini adalah hiburan semata dan tidak harus dianggap sebagai fakta atau kisah nyata. Silakan lanjutkan dengan cerita atau informasi yang ingin Anda bagikan dari sumber media sosial dan "kesaksian" orang-orang. Ingatlah bahwa semua cerita dalam konteks ini dianggap fiktif dan hanya untuk tujuan hiburan.
Tag
Berita Terkait
-
Pembangunan Alun-alun di KBB Terus Berjalan, Hengky Kurniawan: Mudah-mudahan Berdampak Positif Terhadap Ekonomi Masyarakat
-
Trotoar di KBB Dibangun, Dishub Bandung Barat Bakal Edukasi Pengendara Motor
-
DPRD KBB Usulkan Tiga Nama PJ Bupati Bandung Barat ke Kemendagri
-
Susunan Pemain Persib Bandung vs Persik Kediri BRI Liga 1 Malam Ini di Indosiar dan Vidio
-
Bawa Indonesia Juara SEA Games 2023, Penyerang Ganas Mematikan Indonesia Ini Dinantikan Kiprahnya bersama Shin Tae-Yong
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sering Ditagih Warga, Alasan Kapolres Bekasi Kombes Sumarni Hubungi Sony Sonjaya Terungkap
-
Kabar Terbaru Tol Bocimi, Kapan Jalur Cibadak-Sukabumi Barat Mulai Bisa Dilintasi?
-
Viral Siswi SD Menangis Akibat Listrik Padam Saat OSN, Disdik Sukabumi Minta Ujian Diulang
-
6 Fakta Terbaru Pemeriksaan Wabup Syafrudin, Kasus Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu
-
BEM USU Gelar Demo di DPRD Sumut Besok, Usung 6 Tuntutan
-
Mampukah CFD Ampera Menjadi Malioboro Mingguan Palembang?
-
Kejati Jabar Segera Layangkan Panggilan Kedua untuk Wabup Indramayu Syafrudin
-
Hasil PCMB Tidak Sesuai? Begini Cara Dialihkan ke Sekolah Swasta atau SPMB Tahap 2
-
Takut Diamuk Massa, Alasan Sopir Truk Fuso Kabur Usai Tabrak Lari Tokoh Pramuka
-
137 Kali Karhutla, 305 Hektare Lahan Sudah Hangus, Ancaman Asap Kembali Mengintai Sumsel?