SUARA BANDUNG BARAT- Penjabat (Pj) Wali Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan meminta warganya untuk tetap waspada dengan ancaman potensi gempa yang ditimbulkan yang diakibatkan dari Sesar Lembang.
Sesar Lembang membentang sepanjang 29 kilometer dari titik sesar yang paling terlihat di Gunung Batu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Garis sesar kemudian memanjang ke sisi barat KBB, mengarah ke Ngamprah, melewati Cisarua, Parongpong, hingga Padalarang. Dampaknya disebut bisa terasa hingga Kota Cimahi.
"Kita menyadari bahwa kita merupakan masyarakat yang tinggal di Sesar Lembang. Satu hal yang perlu dilakukan, yakni pertama memahami apa itu Sesar Lembang," Dikdik usai menghadiri acara Jambore Jurnalis TV dengan tema "Kolaborasi Bersama Mengurangi Risiko Bencana".
Untuk itu, kata dia, upaya mitigasi dan edukasi seperti yang dilakukan dalam kegiatan ini sangat penting dilakukan terhadap berbagai unsur masyarakat.
"Masyarakat harus menyadari potensi ini. Kita harus menumbuhkan kesiapsiagaan, saya kira kegiatan ini jadi langkah sangat strategis untuk berkontribusi mengedukasi masyarakat dalam hal kesiapsiagaan bencana Sesar Lembang," ujar Dikdik.
Ketua Perhimpunan Objek Wisata Indonesia (Putri), Heni Smith mengatakan objek wisata yang ada di Lembang juga bakal terdampak Sesar Lembang.
"Kita sudah menyadari potensi Sesar Lembang, apalagi objek wisata di sini (Lembang) kan di atas Sesar lembang semua. Kita tentu sudah mengedukasi pelaku wisata di Lembang. Itu kita lakukan rutin termasuk dengan warga dan pemdes," ujar Heni.
Kesiapsiagaan yang mesti dimiliki pengelola objek wisata yakni ketersediaan marka kebencanaan. Marka itu berguna mengarahkan pengunjung jila sewaktu-waktu terjadi bencana alam, tak hanya Sesar Lembang.
"Tentu marka kebencanaan dan titik evakuasi itu hal penting di objek wisata yang dikunjungi ribuan orang, kalau marka nggak jelas saat pengunjung panik, nah akan membahayakan. Makanya kita usulkan ke pemerintah agar setiap obwis itu punya marka kebencanaan dan titik evakuasi," tutur Heni.
Baca Juga: Prabowo Jadi Presiden, Anak SD Sampai SMA Dapat Makan Siang dan Susu Gratis
Sementara itu Ketua Korda IJTI Cimahi-KBB, Edwan Hadnansyah mengatakan Jambore IJTI 2023 bertujuan meningkatkan kesadaran dan mitigasi masyarakat terhadap potensi bencana di Jawa Barat terutama pada potensi dampak Sesar Lembang.
"Jurnalis juga memiliki kewajiban untuk memberikan edukasi kebencanaan, jangan sampai menimbulkan kepanikan di masyarakat akibat dari produk jurnalistik yang tidak komprehensif, khususnya mitigasi Sesar Lembang," kata Edwan. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Ketum PB IPSI Terpilih, Erick Thohir Siap Kawal Pencak Silat Mendunia
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Viral Kunjungan Komisaris Pusri di Padang, Rombongan Arteria Dahlan Foto di Tikungan Ekstrem
-
Amarah Warga Serbu Diduga Rumah Bandar Narkoba Berujung Kapolsek Panipahan Dicopot
-
'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma
-
Selama Ini Disangka Hiasan, Ternyata Ini Makna Warna Ondel-Ondel yang Sesungguhnya
-
Sinopsis Film Mudborn: Kisah Boneka Tanah Liat Pembawa Petaka, Tayang di Netflix
-
Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!
-
5 Sepatu Lari yang Tetap Keren Dipakai Ngantor di Sudirman, Nyaman Seharian Tanpa Ganti Sepatu
-
Pendidikan Asrama Gratis: Siswa Makan 3 Kali Sehari, Punya Tempat Tidur hingga Tumbler