SUARA BANDUNG BARAT - Menilik potensi bisnis tanaman hias di Indonesia disebut-sebut akan cukup kuat dengan nilai ekspor yang terus meningkat.
Meski demikian, potensi pasar ekspor tanaman hias ini belum seluruhnya tergarap secara optimal.
Dengan demikian, Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan, pelaku industri tanaman hias perlu membentuk ekosistem yang bisa meningkatkan volume dan nilai penjualan baik di dalam negeri maupun untuk tujuan ekspor.
Berbagai keterbatasan industri tanaman hias, disebut Teten Masduki membuat Indonesia hanya mampu meraih 0,1 persen dari global market value tanaman hias, yang mencapai 22,329 miliar dolar AS.
"Nilai ekonomi pada industri tanaman hias di Indonesia cukup kuat dengan volume dan nilai ekspor yang terus meningkat rata-rata 10 persen per tahun. Namun, potensi pasar ekspor belum seluruhnya tergarap optimal," kata Teten Masduki.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor tanaman hias Indonesia pada 2021 mencapai 20.300 ton.
Sedangkan, volume ekspornya juga meningkat 11,5 persen atau 2.100 ton dibandingkan ekspor tahun 2020.
Peningkatan juga terjadi pada nilai ekspor dari 19,9 juta dolar AS pada 2020 menjadi 21,9 juta dolar AS pada 2021 atau meningkat 10 persen.
"Dengan besarnya peluang ekspor tanaman hias, dan dalam rangka mencapai misi Indonesia Emas di tahun 2045, diharapkan ke depan nilai ekspor ini dapat meningkat dari tahun ke tahun dan nilai impor semakin menurun," katanya.
Baca Juga: Menjelang MotoGP Mandalika 2023, Marc Marquez Makin Percaya Diri Usai Rebut Podium di Jepang
Teten Masduki juga mengatakan, sekarang ini setiap negara sedang mencari hal yang menjadi keunggulan domestiknya.
Contoh seperti Norwegia yang tidak lagi mengandalkan pendapatan dari sektor migas yang eksploitatif, melainkan dari budidaya ikan salmon yang berkelanjutan.
Indonesia, selain memiliki kekayaan biodiversity juga menjadi sumber talenta dalam industri tanaman hias.
Jika menggunakan value Sustainable Development Goals (SDGs) Teten menegaskan, industri ini memenuhi konsep 3P (Profit, People dan Planet).
Terdapat negara utama tujuan ekspor tanaman hias Indonesia, seperti Jepang, disusul Singapura, Belanda, Amerika, China, Korea Selatan, Malaysia, dan Kanada.
Dengan jenis tanaman hias, seperti Krisan, Saintpaulia, Euphorbia, Lilium, Philodendron, dan Lomandra.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
BRI Hadir di Jogja 10K 2026, Perkuat Sport Tourism dan Digitalisasi UMKM
-
Ria Ricis Akhirnya Akui Oplas Hidung, Sekalian Biar Makin Cantik
-
Berapa Biaya Hidup Bulanan LPDP? Ini Bedanya di Dalam dan Luar Negeri
-
CFD Palembang Tahap II Lebih Tertib, Tapi Warga Mengeluh: Ojol Susah Cari Uang
-
Anti-Basah! 5 Deodoran Roll On Agar Ketiak Kering Seharian
-
Promo Alfamart Hari Ini 3 Mei 2026, Popok Bayi Diskon hingga 40 Persen
-
Budget setara Harga Motor tapi Dapat Honda Brio: Iritnya Jago, Kehalusan Mesin Kelas Maestro
-
Mengetuk Pintu Langit, Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Medan
-
Makeup Cepat Luntur dan Cakey? Ini 7 Kesalahan Memakai Bedak yang Sering Tidak Disadari
-
Bantargebang Dibatasi Mulai 1 Agustus, Pramono Segera Temui Menteri LH Bahas Sampah