- Pemerintah pusat membatasi volume sampah Jakarta ke TPST Bantargebang sebesar 50 persen mulai 1 Agustus 2026 mendatang.
- Kebijakan tersebut diterapkan karena TPST Bantargebang telah mencapai kapasitas maksimal dan sempat mengalami insiden longsor sampah berbahaya.
- Gubernur Pramono Anung akan berkoordinasi dengan Menteri Lingkungan Hidup guna merumuskan langkah strategis terkait penataan ulang pembuangan sampah.
Suara.com - Rencana pembatasan pembuangan sampah dari Jakarta ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang akan berlaku mulai 1 Agustus 2026 menjadi perhatian serius.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan kesiapannya untuk segera melakukan langkah koordinasi strategis dengan pemerintah pusat.
Ditemui di Hotel Mercure Jakarta Grogol pada Sabtu (2/5/2026), Pramono menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bukanlah sebuah larangan total, melainkan bagian dari penataan ulang yang memerlukan persiapan matang.
"Yang pertama untuk TPST Bantar Gebang bukan nggak boleh, kita akan mempersiapkan dan segera saya akan duduk bersama dengan Menteri LH (Lingkungan Hidup) yang baru, Bapak Jumhur, untuk merumuskan bersama apa yang menjadi arahan pemerintah pusat," ujar Pramono kepada awak media.
Pramono mengaku optimistis bahwa persoalan krusial mengenai volume sampah Jakarta ini dapat diselesaikan melalui komunikasi lintas sektoral.
"Dan saya meyakini pasti akan bisa segera tertangani," tambahnya singkat.
Kebijakan pembatasan ini dipicu oleh kondisi TPST Bantargebang yang disebut telah mencapai batas maksimal daya tampung.
Pemerintah berencana memangkas volume kiriman sampah dari Jakarta hingga 50 persen dari jumlah biasanya per 1 Agustus mendatang.
Selain masalah kapasitas, insiden longsor yang terjadi di lokasi beberapa waktu lalu menjadi alarm bagi pemerintah untuk segera mengambil tindakan preventif. (Dinda Pramesti K)
Baca Juga: Banyak Perlintasan Sebidang Tanpa Penjaga, Pemprov DKI Jakarta Siap Support KAI
Berita Terkait
-
Banyak Perlintasan Sebidang Tanpa Penjaga, Pemprov DKI Jakarta Siap Support KAI
-
Angka Putus Sekolah Tinggi, Pramono Buka Opsi Tambah Sekolah Gratis
-
Kurangi Sampah Jakarta, Warga Belajar Cara Pengolahan Limbah Jadi Sumber Penghasilan
-
Sudah Overload, Pembuangan Sampah DKI ke Bantargebang Bakal Dipangkas 50 Persen
-
Keren, Sekolah Ramah Lingkungan dari 2,2 Ton Sampah Plastik Dibangun di Tangerang
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Cuma Jadi Penyerap Dampak Konflik, Indonesia dan ASEAN Dinilai Tak Punya Daya Tawar
-
Geger Kabar Menkeu Purbaya Dirawat di RS, Wamenkeu Buka Suara Soal Kondisi Terkini
-
Buruh dalam Bayang-bayang Kontrak Panjang dan Ketidakpastian Kerja
-
Riset Ungkap Hanya Jakarta yang Mampu Kejar Kenaikan Biaya Hidup, Daerah Lain?
-
Tepis Salah Paham Ekonomi Prabowo, Fahri Hamzah: SDA Harus Dikuasai Negara, Bukan Korporasi
-
Astronot Artemis II Bongkar Kenapa Makanan Terasa Hambar di Luar Angkasa
-
PM Spanyol Tantang Benjamin Netanyahu: Bebaskan Warga Kami yang Diculik Tentara Israel
-
Tanpa Restu Kongres, Trump Jual Paket Senjata Rp138 Triliun ke Israel dan Negara Arab
-
Resmi! 13 Taman Nasional akan Diubah Jadi Kawasan Konservasi Dunia, Ini Daftarnya
-
Misteri Rumah Berhantu Mulai Terkuak, Ilmuwan Temukan Pemicu Tak Kasat Mata