SUARA BANDUNG BARAT - Kalender MotoGP 2024 sementara telah dirilis Dorna Sports dengan jumlah 22 seri balapan untuk musim depan.
Mengenai hal tersebut, pebalap Monster Energy Yamaha Fabio Quartararo turut mengomentarinya. Menurutnya 22 seri balapan MotoGP 2024 sudah berada di batas maksimal.
Dalam dua tahun terakhir, 21 seri balapan dijadwalkan untuk digelar pada musim 2023 dan 2022.
Tetapi, karena ada satu seri balapan pada tiap tahunnya yang batal digelar, alhasil pada dua musim itu hanya berlangsung 20 seri balapan saja.
Musim depan, para pebalap dijadwalkan akan melakoni total 22 seri balapan. Hal ini dikarenakan adanya penambahan seri di Kazakhstan dan Aragon.
"Menurut saya, ini sudah batas maksimal. Masalahnya, kami tidak hanya ikuti 22 balapan, tetapi juga ada 22 Sprint Race. Dari segi mental dan fisik, akhir pekan sangatlah berbeda," kata Quartararo, seperti dilansir dari Speedweek.
Sebagai informasi, MotoGP 2023 menggunakan format baru. Selain balapan utama, para rider juga diharuskan melakoni Sprint Race sehari sebelum balapan utama, dan persaingan untuk sesi kualifikasi juga dimajukan pada hari Jumat.
"Bisa dilihat tahun ini, ada beberapa pebalap yang mengalami cedera," kata Quartararo.
"Sejak Jumat pagi, kami sudah harus tampil maksimal. Tahun lalu, kami bisa menjalani latihan bebas 1 (FP1) dengan lebih santai, kemudian mulai mencari waktu di FP2, dan tancap gas di FP3," sambungnya.
"Dengan format yang ada sekarang ini, kami dipaksa untuk langsung tampil maksimal dalam setiap sesi. Menurut saya, itulah masalahnya. Menjalani lebih dari 22 seri balapan hal yang mustahil menurut saya," ucap sang juara dunia MotoGP 21. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Presiden Korsel Minta Prabowo ke Korut untuk Buka Dialog
-
Komplotan Curanmor di Jakarta Pakai Modus Polisi Gadungan untuk Intimidasi Korban
-
Legenda AC Milan Franco Baresi Meninggal Dunia, Pernah Terkesan dengan Suporter Indonesia
-
Segera Pensiun, Komjen Karyoto dan Fadil Imran Tak Dapat Perpanjangan Masa Dinas?
-
Polisi Bongkar 769 Kasus Curanmor, 11 Senjata Api hingga 119 Kunci T Disita
-
LPSK Proses Permohonan Perlindungan Saksi FH di Kasus TPPU Eks Jampidsus
-
Mata-Mata Iran Asal London Tertangkap Intip Pangkalan Militer Inggris di Siprus
-
Tak Cukup Putusan MK, PGRI Tagih Guru Jangan Dipaksa Menanggung Beban Tambahan
-
Ini Bukan Tinju! Pelatih Timor Leste Kirim Pesan Aneh Buat Timnas Indonesia
-
18 Nyawa Melayang di Usia Emas: Petaka Human Error di Jalan Raya Pringsewu Tembus 115 Kasus