Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB
ARSIP-Sebuah rudal diluncurkan ke langit dalam operasi yang diklaim menargetkan Houthi Yaman, di lokasi yang tidak disebutkan. (Reuters)
  • Pertahanan Sipil Arab Saudi mengeluarkan peringatan darurat di Makkah, Jeddah, dan Taif pada hari Selasa sebelum akhirnya dicabut.
  • Koalisi Arab mengecam keras serangan rudal dan drone asal Yaman yang melukai warga sipil serta menargetkan infrastruktur Arab Saudi.
  • Milisi Houthi berhasil merebut kepulauan Hanish Besar dan Hanish Kecil di pesisir barat Laut Merah Yaman.

Suara.com - Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan peringatan darurat singkat pada hari Selasa terkait "potensi bahaya" di kota suci Makkah serta wilayah pemerintahan Jeddah dan Taif. Berdasarkan keterangan dari Pertahanan Sipil Arab Saudi, peringatan ini menandai alarm pertama yang berbunyi di Makkah sejak meletusnya konflik terbaru dengan kelompok pemberontak Houthi.

Peringatan tersebut, yang disiarkan melalui Platform Peringatan Dini Nasional untuk Keadaan Darurat, segera dicabut tak lama setelah dikeluarkan. Pihak berwenang tidak merinci secara spesifik sifat dari potensi bahaya yang mengancam wilayah tersebut.

"Bahaya telah berlalu di Kota Makkah. Demi keselamatan Anda, terus ikuti instruksi #CivilDefense dan hindari berkumpul serta merekam. Dalam keadaan darurat, hubungi (911)," jelas pihak Pertahanan Sipil melalui platform media sosial X.

Sebelum status bahaya dicabut, penduduk setempat didesak untuk tetap tenang dan segera berlindung ke tempat aman terdekat.

Otoritas menyarankan warga untuk berlindung di dalam bangunan atau ruangan tertutup yang jauh dari jendela, serta menghindari area terbuka, balkon, maupun atap gedung hingga situasi dinyatakan benar-benar aman.

Dikutip dari Turkiye Today, peringatan darurat ini muncul hanya berselang sehari setelah serangkaian serangan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan dari arah Yaman melukai sedikitnya 13 warga sipil di wilayah selatan Arab Saudi.

Pengecaman Keras dari Koalisi Arab dan GCC

Kecaman Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Jasem Mohamed Al-Budaiwi. Ia menyoroti penargetan infrastruktur sipil dengan rudal balistik dan drone tersebut dan melabelinya sebagai "eskalasi kriminal yang berbahaya."

Menurut Al-Budaiwi, keberlanjutan dari serangan ini merupakan sebuah "pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan ancaman langsung terhadap keamanan dan stabilitas" wilayah Arab Saudi. Ia menegaskan bahwa seluruh negara anggota GCC "berdiri bersatu di samping Kerajaan Arab Saudi" dalam mendukung langkah pengamanan teritorial.

Eskalasi militer ini merupakan buntut dari kebuntuan konflik panjang di Yaman. Pada pekan lalu, kelompok Houthi yang didukung Iran juga meluncurkan rentetan serangan rudal dan drone ke wilayah selatan Arab Saudi yang mengakibatkan sedikitnya 73 orang terluka dan memaksa penghentian sementara operasional di beberapa fasilitas energi milik kerajaan.

Dilansir dari Al Monitor, kubu Houthi menuduh Arab Saudi telah melancarkan serangan udara dan menembakkan rudal jelajah ke Yaman di tengah pertempuran sengit antara pejuang Houthi dengan pasukan pemerintah yang selaras dengan Saudi di wilayah selatan dan barat Yaman.

Memanfaatkan situasi konflik yang kembali memanas sejak awal Juli, kelompok Houthi dilaporkan berhasil mencatatkan kemajuan teritorial yang signifikan di sepanjang pesisir barat Laut Merah Yaman.

Pada hari Senin, milisi tersebut sukses merebut kepulauan Hanish Besar dan Hanish Kecil, sebuah kawasan strategis yang terletak sekitar 100 mil di sebelah utara Selat Bab al-Mandeb.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com