Suasana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng) heboh. Lantaran, seorang tahanannya kabur.
Tahanan tersebut bahkan diduga mencuri senjata petugas. Senjata itu dikabarkan berisi 6 peluru. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (4/12/2022) sekitar pukul 05.00 WIB.
“Pelaku merupakan titipan dari Kejaksaan Negeri Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, dan pelaku juga mengambil senjata milik petugas Lapas saat kabur,” ujar Kapolres Kobar, AKBP Bayu Wicaksono, melansir dari KanalKalimantan.com--Jaringan Suara.com, Senin (05/12/2022).
“Pelaku atas nama Ruslan dan pelaku titipan dari Kejari Nanga Bulik Kabupaten Lamandau dengan kasus pencurian dengan kekerasan,” ucapnya.
Soal kronologis tahanan itu kabur, ia mengaku belum bisa menjelaskan. Alasannya, karena masih dalam penyelidikan petugas.
Ia mengaku, saat ini tim juga sudah melakukan pengejaran terhadap pelaku.
“Untuk lebih jelasnya, silakan konfirmasi ke Kalapasnya langsung. Yang pastinya kami sudah menerima laporan tersebut,” jelasnya.
Ia mengimbau, kepada warga agar berhati-hati. Alasannya, karena tahanan yang kabur diduga mencuri senjata api.
Ia juga meminta warga yang memiliki informasi terkait keberadaan Ruslan, bisa melaporkan ke Polsek terdekat. Agar, dengan segera dapat dilakukan tindakan yang diperlukan.
Baca Juga: 'Kasihan, Biar Dia Ada Kerjaan', Iis Dahlia Tertawakan dan Maklumi Sikap Pinkan Mambo
"Saat ini pihak kepolisian juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak melakukan pelacakan dan pengejaran terhadap tahanan yang kabur tersebut," bebernya.
Polisi juga menyiagakan personel pada lokasi-lokasi yang dimungkinkan menjadi tempat persembunyian pelaku. Hal ini dilakukan untuk mempersepit ruang gerak Ruslan.
Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait kaburnya salah satu tahanan di Lapas Pangkalan Bun, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja Lapas Kelas II B Pangkalan Bun, Peni Hadi Sutrisno belum berhasil dikonfirmasi.
Sampai berita ini diturunkan, pesan yang dikirim melalui aplikasi pesan instan itu juga belum ada jawaban.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Berulangnya Kekerasan Anak: Bukti Negara Absen di Level Daerah?
-
Lepas Bayang-Bayang Viralitas 'EGP', Sundanis Buktikan Eksistensi Lewat Single 'Bad Mood'
-
Bosan dengan Hiruk Pikuk Kota? Temukan Oase Ketenangan Ramadan di Pinggir Pantai Dekat Jakarta
-
Langka! Cap Go Meh Bogor 2026, Saat Budaya Tionghoa Berpadu Syahdu dengan Buka Puasa Ramadan
-
Terkuak! Bukan Polisi, Pelaku Penganiaya Pegawai SPBU di Cipinang Ternyata Wiraswasta
-
5 Shio Paling Beruntung pada 25 Februari - 1 Maret 2026, Banjir Rezeki!
-
Bos Agrinas Pangan Siap Menghadap Dasco, Terangkan Maksud Impor Pikap
-
9 Tips Puasa Anti Haus, Hindari Minum Ini Biar Kuat sampai Maghrib
-
Ironi Kontrak Triliunan Koperasi Merah Putih yang Pilih Impor Mobil India Ketimbang Buatan Lokal
-
Ironi Kontrak Triliunan Koperasi Merah Putih yang Pilih Impor Mobil India Ketimbang Buatan Lokal