Yuni Shara dikenal sebagai penyanyi lawas yang ngetop di masanya.
Kakak kandung diva Krisdayanti ini memang terkenal dengan lagu-lagu nostalgia yang sangat merdu ketika dibawakannya.
Tak heran Yuni Shara sampai diundang ke Istana negara oleh Presiden Soeharto kala itu.
Sejak meniti karier di tahun 1980-an, mantan pacar Raffi Ahmad ini berhasil menjadi salah satu penyanyi top di Indonesia.
Yuni Shara berhasil membuat masyarakat Indonesia terpukau dengan suara dan penampilannya.
Yuni Shara menjadi salah satu artis tanah air yang selalu diundang bernyanyi ke Istana Negara untuk bernyanyi di hadapan Presiden Republik Indonesia ke-2, Soeharto.
Ia mengaku bernyanyi di hadapan Presiden bukan menjadi hal yang mudah baginya.
Meskipun dirinya sudah terbiasa untuk melakukannya.
Selanjutnya, Yuni Shara mengatakan bahwa banyak peraturan-peraturan yang harus ditaati ketika hadir di Istana Negara.
Baca Juga: Syarifah Imah Mengaku Genggam Tangan Ferdy Sambo : Nggak Mau Lepasin Tangan Aku
“Sebenarnya nyanyi di Istana Negara itu lebih tegang, nggak boleh ini itu, nggak boleh ngomong,” ucap Yuni Shara.
Ia pun menceritakan pengalaman pribadinya pada saat ia diminta untuk bernyanyi di hadapan Soeharto.
Yuni Shara menceritakan ketika dirinya diminta untuk bernyanyi di kediaman soeharto. Pada acara tersebut, Yuni Shara hadir dengan memakai baju yang terbuka
Sadar acara yang dihadirinya intim, Yuni Shara pun merasa malu dengan pakaian yang ia pakai saat itu.
“Dulu kalau ibu (Ibu Tien, Istri Soeharto) nyuruh itu (nyanyi) kirain buat acara, taunya ke rumah bapak (Soeharto),” kata Yuni Shara.
Respons Soeharto kala itu yang melihat dirinya tampil terbuka membuat Yuni Shara kaget. Pasalnya, pada saat itu Soeharto tidak mempersalahkan penampilannya tersebut.
“Pak Harto jawab ‘nggak apa Yun’. Kalau acara di rumah gitu, tapi kalau acara formal boro-boro, angkat kepala aja nggak boleh,” tutur Yuni Shara dari YouTube Tonight Show, Rabu, (22/2/2023).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Jokowi Mulai Keliling Indonesia, Lampung Jadi Tujuan Pertama, Ada Agenda Apa?
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY