Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Mokhamad Ngajib mengatakan, polisi harus mengambil tindakan tegas terhadap Jampang. Karena salah satu anggota polisi yang hendak mengamankan pria berusia 23 tahun itu mengalami luka sabetan badik di tangannya.
Diketahui, Jampang telah lama diintai oleh petugas gabungan dari Unit Intelkam dan Unit Reskrim Polsek Panakkukang, Kota Makassar.
Jampang yang terpantau petugas berada di bilangan Jalan Adiyaksa, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Sabtu (6/5/2023), itu pun kemudian dibuntuti.
"Pada saat dilakukan penangkapan yang bersangkutan (Jampang) melakukan perlawanan dengan menggunakan badik di tangannya. Anggota juga terdapat luka pada bagian tangan sehingga karena sudah mengancam jiwa anggota sendiri akhirnya melakukan tindakan tegas," kata Ngajib pada Rabu (10/5/2023).
Tembakan peringatan pun dilayangkan oleh petugas, namun Jampang tidak menghiraukan dan malah melakukan perlawanan guna mencoba untuk melarikan diri."Dengan prosedur malakukan tembakan peringatan dan tetap melakukan penyerangan sehingga dilakukan penembakan dan mengenai pada badan bagian punggung sebelah kanan," jelas Ngajib.
Setelah diberi timah panas dibagian perut, Jampang rupanya tetap ingin kabur. Jampang juga disebut sempat berusaha kabur menggunakan sepeda motor.
"Setelah itu pelaku juga masih melarikan diri bahkan dibantu oleh rekannya sampai berboncengan tiga orang. Kemudian lari, setelah lari kemudian dikejar oleh anggota ternyata masih bisa dilakukan penangkapan dan saat itu juga terjadi perlawanan dan masih menggunakan badik kemudian dilakukan tindakan tegas dengan menembak mengenai kaki bagian kanan," tegas Ngajib.
Disitu Jampang pun kabur ke dalam lorong yang merupakan tempat tinggalnya guna meminta bantuan. Disitulah warga mulai berdatangan sehingga pihak keluarga sempat merekam aksi itu hingga menjadi viral di berbagai platform Media Sosial (Medsos).
"Setelah itu baru lari ke rumah, itupun masih bisa lari ke rumah seperti yang ada di video kemudian bertemu lah dengan keluarganya. Kemudian anggota polisi yang menangani melakukan pertolongan pertama dengan langsung dibawa ke rumah sakit," jelas perwira polisi berpangkat tiga bunga melati itu.
Baca Juga: GBK Dipakai Konser, Jurnalis Argentina Sebut Timnas Indonesia vs Argentina Tetap di Jakarta
Pembakar Gereja Toraja
Ngajib menegaskan, Jampang ini memang lah penjahat kelas kakap yang kerap meresahkan masyarakat khususnya di wilayah Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Terbukti dengan Jampang mengantongi 6 Laporan Polisi (LP) dalam kasus tindak pidana pencurian disertai kekerasan.
"Pelaku ini (Jampang) pertama adalah residivis. Pelaku merupakan salah satu pelaku pembakaran gereja Toraja, sudah divonis. Dan dia juga masih ada laporan yaitu curat dan curas. Kebanyakan dilakukan di wilayah panakkukang," bebernya.
Ngajib juga memastikan dalam proses penangkapan Jampang anggota juga sudah dilengkapi surat perintah dan sesuai prosedur.
"Surat penangkapan ada dilengkapi dengan surat perintah tugas dari Kapolsek. Itu operasi dari gabungan Reskrim dan Intel," katanya.
Berita Terkait
-
Charles III Resmi Jadi Raja Inggris, Penobatan Pertama di Kerajaan Inggris dalam 70 Tahun
-
Trending Twitter, Jessica Mila Menikah Hari Ini, Jumlah Maharnya Disebut Fantastis
-
Anggota Jemaat Gereja Meninggal Dunia Saat Nyanyikan Lagu Pujian, Netizen: Cara Tuhan Panggil Sangat Luar Biasa
-
Khofifah Silaturahmi bersama BAMAG-LKKI di Momen Idul Fitri
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Waspada Vampir Oli pada Motor Bekas, Kenali Ciri dan Cara Deteksinya sebelum Membeli
-
Apakah Aman Menyimpan Skincare dan Makanan dalam Satu Kulkas Mini?
-
Pabrik BYD di Subang Diresmikan Pekan Depan
-
Bukan Minta Maaf, Pelaku Begal Payudara di Bangkalan Malah Bacok Suami Korban
-
Sebelum Remaster Rilis, Toy Story 3 Akan Dihapus dari Xbox
-
Usut Sumber Limbah Kali Jantung, DLHK Depok Gandeng Wilayah Tempuh Jalur Hukum
-
Brimob Sterilisasi JIS dari Tribun Sampai Ruang Ganti Jelang Duel Persija vs Brisbane Roar
-
KPK Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa di Disdik Bogor
-
Utang Kereta Cepat Dialihkan ke Kemenkeu pada 15 September
-
30 Hektare Lahan di Rorotan Ludes Terbakar, Diduga Sengaja Dibakar Orang