Sesuai dengan Kode Etik Disiplin PSSI Pasal 70 Ayat 2, PSM Makassar sebagai klub tuan rumah atau pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pertandingan wajib bertanggung jawab atas perilaku negatif para penonton.
Hal ini berlaku meskipun ada alasan kelalaian pengawasan dari panitia pelaksana pertandingan.
Akibatnya, PSM Makassar kini dihadapkan pada ancaman sanksi yang berjumlah 14 jenis dari Komdis PSSI.
Keputusan mengenai sanksi-sanksi ini akan dipertimbangkan berdasarkan dampak dan tingkat keparahan pelanggaran yang terjadi akibat kerusuhan suporter tersebut.
Asep Saputra, Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (Dirops LIB), menjelaskan bahwa semua pertandingan akan dilaporkan oleh Match Commissioner yang bertugas.
Laporan tersebut akan mencakup data-data pertandingan dan catatan-catatan terkait regulasi dan disiplin.
“Semua laga akan dilaporkan oleh Match Commissioner yang bertugas,” kata Asep Saputra.
Rapat Komdis PSSI akan mengambil keputusan berdasarkan laporan-laporan tersebut. Sanksi-sanksi yang akan diterima oleh PSM Makassar sebagai konsekuensi dari kekalahan 1-2 melawan Dewa United FC akan segera diumumkan setelah rapat tersebut dilaksanakan.
Suporter Saling Serang
Klub sepak bola PSM Makassar harus berhadapan dengan ancaman sanksi dari Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Komdis PSSI).
Baca Juga: Terus Berikan Kode Keras, Masih Perlukah PSSI Menaturalisasi Justin Hubner?
Hal ini disebabkan oleh kerusuhan yang terjadi antara suporter saat pertandingan melawan Dewa United FC dalam pekan kedua Liga 1 2023/2024.
Insiden tersebut berawal dari bentrok antara dua kelompok suporter, yakni PSM Fans dan Curva Sud Mattoanging (CSM) 1915, yang berada di Tribun Terbuka Selatan Stadion Gelora B.J Habibie (GBH) di Kota Parepare.
Awalnya, kedua kelompok suporter tersebut saling bersaing saat menyanyikan lagu untuk memberikan semangat kepada tim kesayangan masing-masing.
Namun, persaingan tersebut berujung pada saling dorong dan bahkan lemparan batu serta pecahan benda yang tak terelakkan.
Insiden kerusuhan antara PSM Fans dan CSM 1915 terjadi pada jeda babak pertama pertandingan, namun beruntung tidak berdampak signifikan terhadap jalannya pertandingan yang akhirnya dimenangkan oleh Dewa United FC dengan skor 2-1.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Bikin Pemain Brasil Mati Kutu, Ayyoub Bouaddi Didorong Gabung Arsenal
-
Viral! Alisson Becker vs Gabriel Ribut Usai Gol Maroko, Blunder atau Miskomunikasi?
-
5 Fakta Pesta Gol 7-1 Jerman atas Curacao: Ulangi Rekor Saat Bantai Brasil
-
Hasil Piala Dunia 2026: Jerman Mengamuk Lumat Curacao 7-1
-
Kontroversi Piala Dunia 2026: Wartawan Dilarang Bertanya dalam Bahasa Spanyol
-
Robek Gawang Jerman! Eks Rekan Justin Hubner Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
-
Ruang Ganti Brasil Memanas! Endrick Ngamuk Tak Dimainkan Carlo Ancelotti
-
Miroslav Klose Ikhlas Rekor Golnya di Piala Dunia Disalip Lionel Messi
-
Dilema Scaloni! Julian Alvarez atau Lautaro Martnez, Siapa Jadi Striker Argentina?
-
Vitinha Berani Garansi! Final Piala Dunia 2026 Messi vs Ronaldo Jadi Kenyataan