Menonton film bokep banyak diketahui sebagai aktivitas yang merusak otak dan mengganggu daya berpikir. Namun ternyata aktivitas berhubungan seks secara langsung tak lebih bahaya dibanding menonton bokep.
Melihat film bokep maupun hubungan seks dengan pasangan, ada perbedaan yang signifikan antara keduanya meski aktivitasnya terbilang mirip.
Salah satu perbedaan utamanya adalah fantasi. Film bokep adalah hasil fantasi yang tidak nyata, sedangkan hubungan seksual dengan pasangan adalah pengalaman nyata.
Ketika menonton film bokep, otak seseorang menghasilkan neurotransmitter yang berbeda dengan ketika berhubungan seksual dengan pasangan. Ini menyebabkan tubuh akan memberikan respons yang berbeda.
"Kalau terkait ilmiah dan medis, kenapa kok berbeda, bisa jadi karena porno itu fantasi, tidak real," ujar dr. Rouhun Munajih.
Yang dihasilkan dari nonton dan seksual itu berbeda. Itulah yg menyebabkan berbeda respons tubuh kita. Ketika menonton film bokep, otak dapat menghasilkan dopamin dalam jumlah yang tidak terkendali.
Dopamin adalah zat kimia yang terkait dengan perasaan senang dan kenikmatan. Namun, ketika diproduksi dalam jumlah berlebihan, dopamin dapat menyebabkan dampak negatif pada otak.
Inilah alasan mengapa menonton film porno dapat merusak otak. Banjir dopamin yang tidak terkontrol dapat menyebabkan masalah kesehatan mental dan emosi.
"Kira-kira gitu (banjir dopamin)," pungkasnya.
Baca Juga: Tiket Masuk Hanya Rp 10 Ribu, Wisata Alam di Sukoharjo Ini Mirip Lokasi Film Lord of The Ring
Di sisi lain, ketika berhubungan seksual dengan pasangan halal, dopamin yang dihasilkan lebih terkendali. Sebagai hasilnya, hubungan seksual dengan pasangan dapat memberikan dampak positif pada kesehatan mental dan emosional.
Mengingat perbedaan ini, penting untuk memahami bahwa menonton film porno dapat membawa dampak negatif pada otak. Sebagai gantinya, sebaiknya fokus pada hubungan yang sehat dan bermakna dengan pasangan yang halal.
Berikut ini beberapa kerugian lain yang bisa didapat oleh para pecandu film bokep:
1. Fungsi otak menurun
2. Jalur komunikasi di dalam otak terganggu. Dalam hal ini akan mengganggu fungsi otak seperti emosi, pemusatan perhatian, pergerakan, kecerdasan dan pengambilan keputusan
3. Seseorang mencontoh perilaku seperti yang dilihat dalam tayangan atau gambar pornografi
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Jelang Pacu Jalur, Kondisi Arena Tepian Lubuok Sobae Memprihatinkan
-
Hanya Karena Teguran Sepele, Kakek di Jombang Nekat Bakar Toko Grosir Tetangga
-
Kim Myungsoo Bakal Gelar Fancon di Jakarta, Cek Harga dan Benefit Tiketnya
-
Harga Emas Antam Meroket, Hari Ini Dipatok Rp 2.789.000 per Gram
-
Review Film No Place to Be Single: Adaptasi Novel yang Penuh Kehangatan
-
Budget 2 Jutaan Dapat Tablet Apa? Ini 5 Rekomendasi Paling Worth It, Ada Slot SIM Card
-
Kabar Baik untuk John Herdman, Striker Keturunan 1,88 Meter Kembali Merumput Pasca Cedera
-
Pertamina Operasikan Kapal Raksasa Pengangkut BBM, Bisa Angkut 160 Ribu KL
-
Harga Minyak Dunia Jatuh Usai Trump Buka Ruang Negosiasi dengan Iran
-
WNI Disandera Tentara Israel, Din Syamsuddin Desak Presiden Prabowo Bicara di Forum BoP!