Ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan palsu. Kabar itu kembali berhembus dalam bentuk video.
Katanya, kepalsuan itu terbukti dengan tanda tangan dekan di ijazah Jokowi. Disebutkan hal itu berbeda.
Namun faktanya, informasi itu masuk dalam konten menyesatkan. Dekan Fakultas Kehutanan yang menjabat pada saat kelulusan Jokowi di 1985 adalah benar Prof. Dr. (Em). Soenardi Prawirohatmodjo, B.Sc.
Artikel ralat dari UGM menunjukkan bahwa Prof. Dr. Ir. H. Achmad Sumitro Purwodipoero menjabat sebagai Dekan Fakultas Kehutanan UGM selama 3 periode berturut-turut, yaitu 1978-1979, 1980-1981, 1988-1991, dan 1991-1994.
Sementara Prof. Dr. (Em). Soenardi Prawirohatmodjo, B.Sc., menjabat sebagai Dekan Fakultas Kehutanan UGM selama 2 periode, yaitu tahun 1969-1973 dan 1982-1988.
Narasi yang diberikan dalam video itu ialah “Yg tandatangani ijazah Jokowi Prof. Dr. Sunardi. Pdhal nama dekan yg menjabat saat itu Prof. Dr. Achmad Sumitro. Lalu UGM merevisi masa jabatan sang dekan, bkn 3 periode berturut2, tp putus nyambung. E tapi yg versi inggris gk direvisi.Kocak”.
Melalui media sosial Twitter, perihal ijazah palsu milik Presiden Joko Widodo kembali beredar. Untuk diketahui, Humas UGM melalui artikelnya, pada bulan Oktober 2022 atau 13 tahun kemudian, melakukan erratum/corrigendum atau ralat pada paragraf terakhir alinea dua artikel tersebut.
Koreksi tersebut berbunyi, “Ralat Redaksi: Di paragraf terakhir alinea ke-2 tertulis “Dalam karirnya pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Kehutanan UGM selama tiga periode berturut turut, 1977-1988”. Yang benar “Dalam karirnya pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Kehutanan UGM periode 1978-1979, 1980-1981, 1988-1991 dan 1991-1994. Ralat ini menjadi pelurusan atas kekeliruan pada berita tersebut. Terima kasih.
Ralat yang dilakukan oleh Humas UGM ini menjadi sebuah informasi baru yang menunjukkan bahwa Prof. Dr. Soenardi Prawirohatmodjo adalah benar Dekan Fakultas Kehutanan UGM pada saat Jokowi lulus dari perkuliahannya. Melansir dari artikel tempo.co, selain ralat pada artikel, Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, M.Med, dalam jumpa pers tanggal 11 Oktober 2022, mengatakan Jokowi adalah alumni prodi S1 di Fakultas Kehutanan UGM angkatan tahun 1980.
Baca Juga: Kemesraan Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto Dongkrak Suara Gerindra
“Bapak Ir. Joko Widodo, adalah alumni Prodi S1 di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, angkatan tahun 1980. Bapak Ir. Joko Widodo dinyatakan lulus UGM tahun 1985 sesuai ketentuan dan bukti kelulusan berdasarkan dokumen yang kami miliki”.
Pernyataan itu disampaikan Ova Emilia. Maka dapat disimpulkan, klaim yang menyebutkan ijazah Jokowi palsu karena ditandatangani oleh dekan yang berbeda merupakan misleading content atau konten yang menyesatkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Petaka di Balik Porsi MBG: 431 Santri Sidoarjo Tumbang, 19 Sekolah Siaga Satu
-
Waskita Karya Digitalisasi Pembayaran Proyek, Jadi Perusahaan Konstruksi Pertama Bersertifikasi SNAP
-
Jelang Tur Konser KATSEYE, Sophia Putuskan Skip Demi Kesehatan Mental
-
Kasus ISPA Meningkat di Seluruh Provinsi Kalimantan akibat Asap Karhutla
-
Posko Pengungsian dan Kesehatan Dibuka untuk Warga Terdampak Sinabung
-
BEI Targetkan Penghapusan Harga Minimum Rp50 Berlaku Akhir September
-
Drama 45 Menit Evakuasi Korban Terjepit Kabin Ringsek di Candimas Natar
-
Benarkah Air Kelapa Bisa Mengobati Keracunan Makanan? Ini Penjelasan Dokter
-
Harga Pertamax Green 95 Sebesar Rp2.550 Mulai 2 September 2026 Tembus Rp19.150 per Liter
-
Eskalasi AS-Iran Picu Kenaikan Harga Minyak dan Kerek Kekhawatiran Inflasi Global