BEI Targetkan Penghapusan Harga Minimum Rp50 Berlaku Akhir September

Rabu, 02 September 2026 | 07:30 WIB
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, di Gedung BEI, Selasa (1/9/2026). [Suara.com/Rina A]
  • Bursa Efek Indonesia menyiapkan penghapusan harga minimum saham Rp50 dengan 83 anggota bursa yang sudah siap.
  • Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan delapan anggota bursa lainnya masih menjalani tahap persiapan sistem perdagangan.
  • Pemberlakuan aturan baru tersebut ditargetkan berlangsung pada minggu ketiga atau keempat bulan September tahun 2026 mendatang.

Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mempersiapkan penerapan penghapusan ketentuan harga minimum saham Rp50 . Hingga saat ini, sebanyak 83 anggota bursa dinyatakan telah siap.

Sedangkan delapan anggota bursa lainnya masih dalam tahap persiapan. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan, persiapan penerapan aturan tersebut telah dilakukan melalui dua kali pelaksanaan mock trading. 

Hasil sementara menunjukkan mayoritas anggota bursa telah siap menghadapi perubahan mekanisme perdagangan tersebut.

"Untuk persiapan penghapusan harga minimum Rp50 itu sudah dua kali kita mengadakan mock trading. Dari dua kali mock trading itu, hasil sementara adalah 83 anggota bursa sudah siap, tetapi delapan anggota bursa belum siap," ujar Jeffrey Hendrik di Gedung BEI, Selasa (1/9/2026).

Jeffrey mengatakan, BEI saat ini terus melakukan komunikasi secara intensif dengan delapan anggota bursa yang belum siap. 

Bursa juga memberikan pendampingan untuk memastikan seluruh anggota bursa dapat mempersiapkan sistemnya sebelum aturan tersebut diterapkan secara penuh.

Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [Suara.com/Rina]

"Saat ini kita intens berkomunikasi dengan anggota bursa yang belum siap, dengan pendampingan yang akan kita berikan," katanya.

Menurut Jeffrey, BEI menargetkan penerapan secara langsung atau live dapat dilakukan pada pekan ketiga atau keempat September 2026. Namun, pelaksanaan tersebut masih akan menunggu kesiapan seluruh anggota bursa.

"Kemudian target untuk live, kita menjadikan di minggu ketiga atau minggu keempat bulan September, karena kita akan menunggu persiapan dari seluruh anggota bursa. Jadi, kita harus menunggu," tukasnya.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com