/
Jum'at, 04 Agustus 2023 | 20:08 WIB
Rumah adat Kalimantan Timur. (YouTube/Maybi Prabowo)

Provinsi Kalimantan Timur masih menjadi salah satu provinsi yang terkenal dengan rumah adatnya.

Hal itu lantaran rumah adat asal Kalimantan Timur ini memiliki ciri khas yang menarik serta memiliki makna yang unik.

Ada banyak arsitektur unik khas rumah adat Kalimantan yang berbeda-beda, seperti dari segi warna, bangunan, model, hingga materialnya.

Dikutip dari beberapa sumber, berikut daftar 5 rumah adat khas Kalimantan Timur:

1. Rumah adat Lamin

Rumah adat Lamin merupakan rumah adat yang biasa dihuni oleh masyarakat suku Dayak.

Rumah adat ini memiliki ukuran yang cukup besar yakni 300 m dengan lebar 15 m dan tinggi 3 m.

Keunikan rumah adat ini adalah bentuk rumahnya yang memanjang dan menggunakan jenis kayu ulin.

Rumah adat Lamin juga memiliki hiasan unik yang berada di ujung atap dan bawah rumah.

Baca Juga: Kalahkan TREASURE, NCT Dream Raih Kemenangan ke-4 Lagu ISTJ di Music Bank

Bahkan, jumlah anak tangga di rumah adat ini juga disesuaikan menurut kepercayaan suku Dayak yakni angka ganjil seperti 7,9, dan 11.

2. Rumah adat Paser

Rumah adat Paser juga sama seperti Lamin yang berbentuk panggung.

Tetapi perbedaan keduanya ada pada ketinggian rumah yang hanya berjarak 2 meter saja dari permukaan tanah.

Rumah adat ini juga dibangun dengan menggunakan daun nipah atau kulit pohon sungkai pada bagian atapnya.

3. Rumah adat Betang

Rumah adat selanjutnya yakni Betang di mana rumah ini memiliki panjang sekitar 150 meter.

Rumah adat Betang terdiri dari 35 pintu di setiap gerbang yang ditempati 1 rumah tangga.

Rumah adat ini biasanya ditinggali oleh 5-6 kepala keluarga.

Ciri khas dari rumah ini adalah memanjang dengan ukuran sekitar 100-150 meter, lebar 50 meter dan tinggi 5 meter.

4. Rumah adat Bulungan

Rumah adat ini memiliki arsitektur yang dipengaruhi oleh kegiatan perdagangan hindia Belanda di Kalimantan.

Ciri khas dari rumah adat ini adalah memiliki ornamen bunga atau tumbuhan tropis serta tanduk dalam atapnya.

Dahulu, rumah adat ini berfungsi sebagai tempat untuk pertemuan penting pada masa kesultanan Bulungan.

5. Rumah adat Eweang

Sama seperti rumah adat lainnya, suku dayak Wahea juga memiliki rumah adat berbentuk panggung bernama Eweang.

Eweang merupakan rumah-rumah panggung tinggi yang saling terhubung dengan jembatan dan biasa disebut dengan teljung.

Jembatan ini difungsikan sebagai penghubung antar sesama suku.

Atap rumah adat ini banyak menggunakan seng dan seluruh rumahnya terbuat dari kayu.

Load More