- Jorge Valdano menyebut Timnas Argentina tetap menjadi kandidat juara Piala Dunia 2026 berkat mentalitas dan stabilitas tim.
- Selain Argentina, Valdano mengunggulkan Spanyol, Prancis, dan Portugal sebagai tim favorit juara pada turnamen mendatang tersebut.
- Valdano mengkritik format baru Piala Dunia 48 negara serta metode latihan akademi yang membatasi kreativitas pemain sepak bola.
Suara.com - Legenda sepak bola Argentina, Jorge Valdano, menilai Timnas Argentina tetap menjadi salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.
Menurutnya, skuad asuhan Lionel Scaloni masih memiliki mental juara meski sudah meraih banyak trofi dalam beberapa tahun terakhir.
Mantan pemain yang membawa Argentina juara di Piala Dunia 1986 itu memuji konsistensi dan identitas permainan Albiceleste di bawah Scaloni.
“Argentina tidak kehilangan rasa lapar,” kata Valdano dilansir dari TycSport.
Pria yang juga pernah melatih Real Madrid itu menilai keberhasilan terbesar Argentina bukan hanya soal trofi, melainkan kemampuan mempertahankan daya saing dalam jangka panjang.
Valdano menyebut stabilitas tim menjadi faktor penting setelah sukses menjuarai Copa America 2021, Piala Dunia Qatar 2022, dan Copa America 2024.
Selain Argentina, Valdano juga memasukkan Spanyol, Prancis, dan Portugal sebagai favorit juara Piala Dunia 2026.
Bahkan, ia menilai Timnas Spanyol sedikit lebih unggul karena memiliki lini tengah yang sangat kuat dan permainan kolektif yang solid.
Menurut Valdano, keberadaan pemain muda seperti Lamine Yamal dan Nico Williams menjadi senjata utama Spanyol dalam membongkar pertahanan lawan.
Baca Juga: Tanpa Pemain Real Madrid, Pelatih Spanyol Tegaskan Skuadnya Kandidat Juara Piala Dunia 2026
“Mereka adalah pemain yang menambah ancaman dalam permainan,” ujarnya.
Valdano juga memberikan pujian kepada Timnas Prancis yang dinilainya selalu mampu tampil konsisten di fase akhir turnamen besar.
Sementara Portugal disebut mengalami perkembangan signifikan berkat kualitas teknik para gelandangnya.
Di sisi lain, Valdano mengkritik format baru Piala Dunia yang akan diikuti 48 negara.
Valdano menilai format tersebut berpotensi menciptakan lebih banyak pertandingan timpang dan membuat sejumlah tim bermain terlalu defensif.
“Tim yang hanya bermain bola panjang akan bunuh diri,” tegasnya.
Tak hanya itu, Valdano turut menyoroti perkembangan sepak bola modern yang dianggap terlalu membatasi kreativitas pemain.
Valdano mengaku khawatir metode latihan akademi saat ini membuat pemain kehilangan kebebasan berekspresi di lapangan.
“Bermain satu atau dua sentuhan terus-menerus bukanlah bermain sepak bola. Pemain kehilangan kebebasan untuk mengekspresikan diri,” tutup Valdano.
Berita Terkait
-
Tanpa Pemain Real Madrid, Pelatih Spanyol Tegaskan Skuadnya Kandidat Juara Piala Dunia 2026
-
Ketika Raksasa Tumbang: 10 Kejutan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
-
Timnas Spanyol Tanpa Pemain Real Madrid, Apa Jadinya?
-
Terganjal Visa dan Keamanan, Meksiko Siap Tampung Iran di Piala Dunia 2026
-
Alphonso Davies Terancam Absen pada Laga Perdana Kanada di Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Audio Jadi Bagian dari Gaya Hidup, Menemukan Suara yang Pas untuk Setiap Momen
-
Mengenal Qamaril Adani, Akan Wakili Indonesia di Miss Polo Universe 2027
-
Anak Skena di Cherrypop 2026 Diajak Melek Sampah Plastik Bareng POPSEA
-
Dari Gadis 19 Tahun: Perjalanan 3 Dekade Wanda Ponika Bangun Imperium Berlian
-
Dalam 4 Jam PM2.5 Palembang Melonjak 3 Kali Lipat, Begini Kondisi Terbarunya
-
Revaldo Ditangkap di Apartemen, Polisi Temukan Sabu dan Alat Isap
-
Diisukan Membelot dari Gerindra ke PSI, Dedi Mulyadi Kaget dan Heran
-
Modus Timbang Berat Badan, Pedagang Cimin di Cirebon Diduga Cabuli 7 Anak
-
Pakai Teknologi Kelme K-Loomax, Ini Tampilan Jersey Home, Away dan Third Persib
-
Bukan Perkuat Timnas Indonesia, Adik Mitchell Baker Pilih Hong Kong