Keris Ki Baru Gajah merupakan senjata tradisional Bali yang merupakan pemberian dari Dang Hyang Dwijendra tepatnya pada tahun 1411 saka.
Keris Ki Baru Gajah juga dihormati oleh masyarakat Bali, lantaran dipercaya dapat membantu menghilangkan segala macam hama tanaman dan memberikan kesuburan dalam bidang pertanian.
Sebelum membahas lebih lanjut, bagaimana kira-kira asal muasal keris ini?
Keris Ki Baru Gajah
Kisah Keris Ki Baru Gajah terdapat dalam karya sastra kuno, Purana Pura Luhur Pakendungan. Keris ini erat kaitannya dengan perjalanan seorang pendeta sakti bernama Dang Hyang Dwijendra ke Bali.
Kala itu, Dang Hyang Dwijendra mengunjungi Pura Luhur Pakendungan yang terletak di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Ia kemudian bertemu bendesa (kepala desa) Desa Beraban.
Dalam pertemuan itu, Dang Hyang Dwijendra memberikan sebilah keris sakti bernama Ki Baru Gajah, yang berguna untuk mengusir berbagai macam hama penyakit.
Keris ini diberi nama Ki Baru Gajah karena digunakan sebagai senjata untuk membunuh Ki Bhuta Babahung yang berkepala gajah.
Diistanakan di Puri Kediri
Baca Juga: Inara Rusli Minta Izin ke Anak Nikah Lagi: Alhamdulillah Reaksinya Cukup Bijak
Seiring berjalannya waktu, daerah-daerah pesisir pantai selatan dikuasai oleh Prabu Singhasana (Tabanan). Keris Ki Baru Gajah kemudian distanakan (ditempatkan) di Keraton Singhasana oleh Prabu Singhasana.
Saudara Prabu Singhasana yang bernama I Gusti Ngurah Celuk mendapat tugas untuk menguasai wilayah selatan. Wilayah ini meliputi daerah-daerah yang berada di sebelah timur Tukad Yeh Panahan, dan sebelah barat Tukad Yeh Penet. I Gusti Ngurah Celuk juga mendapat tugas sebagai panganceng (orang yang bertanggung jawab) Pura Luhur Pakendungan dan Pura Luhur Tanah Lot.
Saat itu I Gusti Ngurah Celuk telah selesai membangun Puri Kediri. Ia kemudian menstanakan Keris Ki Baru Gajah di Puri Kediri.
Ngrebeg
Dang Hyang Dwijendra berpesan atau mengeluarkan bhisama pada saat memberikan Keris Ki Baru Gajah tersebut.
Pesannya adalah Keris Ki Baru Gajah harus dihaturkan sesaji (upacara) dan disungsung di Pura Luhur Pakendungan. Karena bhisama tersebut, keris tersebut diusung oleh krama (warga) Desa Pakraman Kediri dari Puri Kediri ke Pura Luhur Pakendunga setiap hari Sabtu, Saniscara Kliwon, Wuku Kuningan atau Hari Raya Kuningan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Bisakah Melacak iPhone yang Mati Total? Ini Jawaban dan Cara Lengkapnya
-
Imbas Lonjakan Harga Memori, Nothing Batalkan Peluncuran CMF Phone Terbaru
-
Pelatih Irak Kelakar Sulit Hentikan Mbappe: Saya Sudah Minta Main dengan Tiga Kiper
-
8 Lukisan Pembawa Rezeki Menurut Feng Shui, Cocok Jadi Pajangan Rumah
-
Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun
-
OPSI Desak Pemerintah Awasi Karir Hub, Cegah Perusahaan Manipulasi Loker Demi KPI HRD
-
Listrik Padam Lagi di Palembang Pekan Ini, Cek Apakah Wilayah Anda Terdampak
-
Gubernur Banten: 801 SMA hingga MA Swasta di Banten Kini Gratis
-
4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
-
Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025