/
Kamis, 24 Agustus 2023 | 20:45 WIB
CEK FAKTA, Ganjar Pranowo Akhiri Hidup dengan Cara Mengenaskan. [Ist]

Ganjar Pranowo dikabarkan mengakhiri hidupnya dengan cara mengenaskan. Kabar itu beredar dalam bentuk video.

Namun, informasi itu ternyata masuk dalam konten yang dimanipulasi. Gambar pratinjau juga masuk dalam kategori sama.

Narasi dalam video menjelaskan peristiwa pembakaran bendera PDIP oleh kader HMI. Tapi, yang dituliskan pengunggah di judul ialah “JAZAD GANJAR SEGERA DIMANDIKAN ANIES TURUT BERDUKA, TERNYATA GEGARA INI GANJAR MENGAKHIRI HIDUPNYA”.

Kanal YouTube REDAKSI TV mengunggah video dengan klaim tersebut. Dalam judul video disebutkan bahwa saat ini jenazah Ganjar akan segera dimandikan.

Selain itu, pada gambar pratinjau video tampak Anies Baswedan yang sedang berada di samping jenazah berwajah Ganjar.

Faktanya, foto yang ditampilkan dalam gambar pratinjau merupakan hasil manipulasi. Gambar aslinya dapat dilihat pada artikel yang diunggah dengan judul “Anies Pimpin Doa Yasin saat Melayat Ibunda Ketua PMI”.

Pada foto aslinya, wajah jenazah diburamkan. Namun kemudian disunting menjadi wajah Ganjar Pranowo.

Narasi yang dibacakan dalam video pun tidak memiliki kaitan dengan klaim yang beredar. Narator hanya membacakan ulang artikel dengan judul “Bendera PDIP Dibakar Kader HMI saat Aksi Bela Rocky Gerung: Dipolisikan PDIP, Dikritik Mahfud MD”.

Pada artikel yang diunggah 9 Agustus 2023 tersebut, membahas tentang peristiwa pembakaran bendera PDIP oleh kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Baca Juga: CEK FAKTA: Menyerahkan Diri, Pelaku Utama Penjegalan Anies Baswedan Ngaku Diperintah Istana

Peristiwa itu bermula dari aksi unjuk rasa membela Rocky Gerung di Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat, 4 Agustus 2023.

Aktivis demokrasi itu dilaporkan oleh sejumlah kelompok relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) serta Badan Bantuan Hukum PDIP kepada Bareskrim imbas pernyataannya yang dianggap menghina presiden.

Sebelumnya, beredar video Rocky Gerung menyebut Presiden Jokowi sebagai bajingan yang tolol. Pernyataan itu viral di media sosial dan dinilai sebagai bentuk penghinaan terhadap sosok presiden.

Load More