Pertandingan Barito Putera Vs Bali United semalam membuat klub asuhan Coach Rachmad Dharmawan alias Coach RD itu dipecundangi.
Hal ini pun menjadi pukulan telak bagi Barito Putera.
Coach RD mengakui bahwa mobilitas M. Rahmat membuyarkan skuat asuhannya tersebut.
Namun demikian kekuatan bermain dua klub ini diakui seimbang dan tertib.
Seusai pertandingan, Coach RD menyampaikan alasanya di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar Bali, pada Minggu 27 Agustus 2023.
"Gol kedua terjadi oleh Rahmat pemain yang sangat mobile sulit untuk dipegang sehingga ketika cross ball di sisi kanan posisi Rahmat wal main di wing kiri saat moment tersebut bearda di posisi tengah, situasi itu sangat cepat memang harusnya kita lebih sigap dalam proses bertahan untuk tidak memberikan ruang crossing lawan," ujarnya.
Ia mengakui sebenarnya tak banyak peluang antara kedua kesebelasan tersebut.
"Secara keseluruhan pertandingan berjalan seimbang, tidak banyak peluang kedua kesebelasan diciptakan dari kombinasi dan permainan dari bawah ke depan. Transisi negatif kedua tim sama-sama disiplin. Beberapa peluang terjadi Bali lebih efektif peluang sulit bisa dimanfaatkan baik oleh mereka," jelasnya lagi.
Ia pun tak menyalahkan bek Ega Rizky yang dinilai blunder di zona berbahaya hingga bolanya direbut oleh Ilija Spasojevic dan berbuah gol pada menit ke-12.
Baca Juga: Larissa Chou Diduga Sudah Punya Pengganti Alvin Faiz, Minta Izin Nikah Lagi ke Anaknya
"Gol pertama sudah sering kita sampaikan di zona itu untuk tidak ambil reskio, tapi kadang-kadang saya bisa memaklumi kondisi di lapangan atau di latihan, saya tidak menyalahkan siapapun, itu kesalahan saya," ujarnya.
Barito Putera pun sempat loss control hingga menimbulkan 4 buah kartu kuning.
"Para pemain sangat termotivasi mulai persiapan kami menghadapi pertandingan di Bali, anak-anak beberapa kali loss kontrol, sesuatu yang bisa terjadi karena atmosfer pertandingan," ucapnya.
Dengan hasil akhir ini, Coach RD bakal melakukan evaluasi untuk membangkitkan Barito Putera menuju tren positifnya.
“Kita akan jadikan evaluasi. Pertandingan berikutnya, saya yakin anak-anak mengerti apa yang harus dilakukan, karena ini sebuah pukulan, karena optimisme begitu terlihat beberapa hari terakhir itu membuat anak-anak terlalu semangat, beberapa moment menjadi kurang terkontrol," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Pendidikan Tinggi Sedang Sekarat, Kenapa Negara Malah Sibuk Urus Makan Gratis?
-
Beda Kekayaan Taylor Swift dan Travis Kelce yang Menikah, Bak Gajah dan Semut
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Sinergi Pengembangan Sumsel Health Tourism Bersama Pemprov Sumsel
-
Masuk Nominasi Manga Terbaik, 'Soara and the House of Monsters' Resmi Dapatkan Adaptasi Anime
-
4 Bedak Padat yang Diklaim Tahan Lama 12 Jam, Bikin Makeup Flawless dan Bebas Kilap
-
Cahya Supriadi Pasang Target Balas Dendam ke Vietnam, Timnas Indonesia Siap Buru Gelar Piala AFF
-
Jadi Pertimbangan Serok, Harga Emas Batangan Diproyeksi Anjlok Pekan Depan
-
Pembuktian Kualitas Pelumas Premium di Medan Ekstrem Samosir dan Danau Toba
-
Pertamina Rombak Besar-besaran, 31 Anak Perusahaan Resmi Direstrukturisasi
-
Optimisme PSSI Membumbung! Sumardji Ungkap Alasan Timnas Indonesia Diyakini Bisa Juara Piala AFF