- 4 pemenang dari 24 peserta diumumkan Februari; groundbreaking Maret 2026.
- Rumor menyebut DAAZ berpotensi jadi kuda hitam menggeser OASA, TOBA, dan MHKI.
- Pemenang wajib mampu olah 1.000 ton sampah/hari dengan struktur finansial sehat.
Suara.com - Teka-teki siapa pemenang lelang tahap pertama proyek raksasa Waste-to-Energy (WTE) Danantara segera terjawab. Memasuki pertengahan Februari 2026, persaingan 24 peserta kini mengerucut menjadi hanya empat perusahaan terpilih yang akan melenggang ke fase groundbreaking pada Maret mendatang.
Namun, di tengah ketegangan proses seleksi, rumor panas mulai mengocok ulang ekspektasi pelaku pasar. Jika selama ini nama-nama besar seperti PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (OASA), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), hingga PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MHKI) santer disebut, kini muncul kuda hitam baru.
Analis pasar ternama, Thomas William atau yang akrab disapa Towils, mengendus adanya potensi kejutan besar dalam pengumuman pemenang lelang kali ini.
"Selama ini yang dirumorkan kan OASA, TOBA, MHKI. Tapi yang saya dengar justru bisa saja bukan nama-nama itu. Ada kemungkinan yang dapat malah DAAZ," ungkap Towils dalam acara Ajaib CuanTalks Podcast, Selasa (17/2/2026).
Munculnya PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) dalam pusaran spekulasi ini tergolong menarik. Pasalnya, emiten ini sebelumnya nyaris tidak masuk dalam radar utama perbincangan proyek WTE. Meski hanya berstatus rumor, kabar ini cukup untuk memicu diskusi hangat di kalangan investor dan menggerakkan volume transaksi di lantai bursa.
Padahal, syarat yang dipasang Danantara tidak main-main. Peserta wajib memiliki pengalaman mengoperasikan fasilitas WTE minimal 1.000 ton per hari, struktur ekuitas yang kuat dan rasio utang yang sehat dan portofolio operasional dan pemeliharaan (O&M) yang teruji.
Fase menjelang pengumuman memang kerap menjadi ladang spekulasi bagi investor untuk melakukan positioning lebih awal. Namun, Towils mengingatkan agar pelaku pasar tetap rasional dan menunggu keterangan resmi dari pemerintah.
"Penentuan pemenang nantinya tidak hanya bergantung pada rumor, tetapi juga pada nilai kontrak, skema pembiayaan, serta struktur proyek yang disepakati," tegasnya.
Proyek WTE Danantara bukan sekadar urusan cuan di bursa saham. Proyek ini diproyeksikan menjadi tonggak baru ketahanan energi domestik sekaligus solusi konkret pengelolaan sampah nasional. Jika sesuai jadwal, setelah groundbreaking Maret nanti, proyek akan langsung tancap gas ke fase ekspansi pada pertengahan tahun 2026.
Baca Juga: Emiten BFIN Andalkan Program Loyalitas Dongkrak Pembiayaan Mobil Bekas
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Devisa Hasil Ekspor SDA Wajib Ditempatkan di Bank Himbara, Ini Skemanya
-
Mulai 1 Juni, BUMN Siap Jadi Makelar Ekspor SDA
-
IHSG Ditutup di Zona Merah, BRI Sekuritas Berikan Peringatan Keras
-
Belanja Negara Melonjak Rp 1.082 T April 2026, Purbaya Bantah Ekonomi Tumbuh karena Dana Pemerintah
-
Petani Sawit Protes Badan Ekspor, Mirip Monopoli Cengkeh Era Soeharto
-
IHSG Anjlok Usai Kenaikan BI-Rate, Pengamat Ungkap Peluang Technical Rebound
-
Apa Itu Planogram? Viral Penataan Produk Kopdes Merah Putih Dikritik Tak Menarik
-
Menkeu Purbaya Pastikan Tidak Ada Pajak Baru Tahun 2027
-
Penerimaan Pajak Tembus Rp 646,3 T di April 2026, Purbaya Pamer Capaian Minus Era Sri Mulyani
-
Airlangga: Pengaturan Ekspor SDA Sudah Mendesak!