Suara.com - Tidak selamanya politik itu bisa membuat kepala anda pusing. Bagi sebagian orang, politik justru bisa dijadikan ajang guyonan dan menghasilkan uang. Inilah yang dilakukan seorang anak muda bernama Sulaiman Said.
Bersama dengan dua orang temannya, Sulaiman memutuskan untuk membuat usaha clothing (kaus oblong) yang bertuliskan hal-hal yang nyeleneh seputar politik.
Salah satu kaos banyolan politik buatan Sulaiman Said adalah gambar banteng merah yang merupakan logo dari PDI Perjuangan. Namun, tulisan di kaus oblong tersebut adalah Chicago Bulls.
Enam tahun lalu, Sulaiman dan teman-temannya hanya bermodalkan Rp200 ribu untuk memulai usaha kaus oblongnya itu yang kemudian diberi merek Kamengski.
"Saya melihat UKM lainnya kurang kreatif dalam membuat produk, makannya desain produk kami menyeleneh unsur-unsur di dalam masyarakat", ujar Said kepada suara.com di tokonya, Rabu (23/7/2014).
Kata dia, konsep awal dari Kamengski adalah membuat produk kas oblong dengan disain kreatif yang nyeleneh dengan memasukkan unsur politik, sepak bola dan juga hiburan.
Pertama kali memulai bisnis itu, Sulaiman baru sekadar menawarkan kausnya itu kepada teman dekatnya. Seiring perjalanan waktu, usahanya pun semakin berkembang.
Sayang, kongsi dengan kedua temannya tidak bisa berlanjut sehingga Sulaiman memutuskan untuk menjalankan bisnis Kamengksi seorang diri.
Pemesanan yang semakin banyak membuat Sulaiman memerlukan modal lebih banyak. Dia akhirnya mengumpulkan modal sedikit demi sedikit selama satu tahun untuk mengembangkan bisnis kaus oblongnya itu.
Harga kaus oblong Kamengski juga tidak terlalu mahal di kantong, sekitar Rp100.000-Rp150.000 per potong.
Penjualan kaus oblong Kamengski sudah menembus luas Jakarta, mulai dari Makassar, Manado dan beberapa kota besar di Kalimantan. Bahkan, Kamengski juga mulai menembus pasar internasional yaitu Kuala Lumpur, Malaysia.
Ario, salah satu pegawai di Kamengski mengatakan, pembeli kaus oblong yang mereka produksi kebanyakan remaja berusia 17 tahun. Namun, ada juga lelaki dewasa yang tertarik dengan kaus oblong tersebut. Salah satunya adalah Zein Latuconsina, seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta.
“Disain kaos ini memenuhi unsur kreativitas seperti kaos dengan lambing UN tetapi buka United Nation melainkan Ujian Nasional,” ujar Zein.
Zein juga tertarik dengan kalimat-kalimat nyeleneh yang terkait isu politik yang kera menjadi tulisan di kaus Kamengski. Berminat untuk mencoba kaus oblong Kamengski? Anda bisa berkunjung langsung ke toko milik Sudirman Said di Jalan Raya Lenteng Agung no 30, Jakarta. Atau bisa lihat-lihat dulu produk Kamengski di Twitter dan Instagram, @Kamengski.
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit
-
Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara
-
AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia
-
Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi
-
Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai
-
BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan
-
Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor
-
BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun
-
Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru
-
Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya