Suara.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa saat sekarang, kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak belum tepat untuk dilaksanakan.
Hal itu diungkapkan Presiden terpilih, Joko Widodo, Kamis (28/8/2014), ketika ditanya tentang isi pembicaraan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pertemuan empat mata di Nusa Dua, Bali, Rabu (27/8/2014) malam.
"Beliau menyampaikan bahwa saat ini kondisinya dianggap masih kurang tepat menaikkan harga BBM," kata Jokowi di Balai Kota Jakarta.
Dalam pertemuan semalam, Jokowi mengaku sudah meminta Presiden SBY agar menekan defisit Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara dengan cara mengurangi beban berat APBN akibat subsidi harga BBM.
Jokowi tidak terlalu banyak bicara tentang isi pertemuan semalam.
"Tanya ke sana (Presiden SBY)," kata Jokowi menunjuk ke arah utara yaitu arah menuju Istana Presiden.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes
-
Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik
-
Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran
-
Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026
-
285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret
-
LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas
-
Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat
-
Kendaraan Arus Balik Mulai Ramai, Rest Area di Tol Semarang Terapkan Pola Buka-Tutup
-
Bank Indonesia: Uang Beredar Tumbuh Kuat, Ini Pendorongnya
-
HFM dan Arsenal Umumkan Kemitraan Global Jangka Panjang