Suara.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama TNI AL menangkap satu kapal Vietnam akibat menangkap ikan hiu secara ilegal di Perairan Raja Ampat, Papua Barat.
Dari kapal tersebut KKP dan TNI Al menyita 2.100 kilogram sirip ikan hiu.
"Kami tangkap satu kapal Vietnam di Raja Ampat. Mereka menangkap ikan hiu yang merupakan hewan dilindungi," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam rapat dengan Komisi IV DPR RI, di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (26/1/2015).
"Mereka tangkap 2.100 kilogram sirip ikan hiu. Jumlah itu setara dengan 200 ton ikan hiu yang ditangkap dari Raja Ampat. Setiap 1 kilogram sirip ikan hiu berasal dari 90-100kg ikan hiu,"
Susi menjelaskan bahwa hingga kini pihaknya masih memburu sekitar 3.000-5.000 kapal penangkap ikan yang beroperasi secara ilegal di laut Indonesia.
"Ada 5.000 kapal. Beberapa yang menjadi perusahaan kapal eks asing mengakui 3-5 kalinya (duplikasi dokumen). Kalau ada 1.300 kapal eks asing, yang tidak berizinnya 3.000-5.000," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh
-
Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya
-
BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant
-
Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN
-
Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi
-
3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS
-
IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi
-
Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?
-
Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia