Suara.com - Guna meningkatkan manfaat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kementerian Tenaga Kerja Irianto Sumbolon mengatakan saat ini pemerintah tengah merampungkan revisi Rancangan Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2013 tentang pengelolaan Aset Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
"Revisinya seputar program-program BPJS ke depannya. Bagaimana program-program tersebut bisa memberikan kesejahteraan bagi karyawan, misalnya pembangunan perumahan bagi pekerja. Kemudian bagaimana program jaminan pensiunan bisa ada kepastian mulai dari iuran hingga manfaatnya bagi anggota BPJS, " kata Irianto saat ditemui suara.com usai Rapat Koordinasi di Kementerian Perekonomian, Jakarta, Selasa (7/4/2015).
Irianto mengungkapkan rapat yang dipimpin oleh Menteri Perekonomian Sofyan Djalil hari ini membahas tentang manfaat dari beberapa program jaminan sosial.
Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga membahas mengenai program jaminan pensiun.
Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla minta agar BPJS Ketenagakerjaan bisa membangun perumahan bagi para pekerja, khususnya di kantung industri agar karyawan bisa bekerja dengan lebih efisien dan meningkatkan produktivitas.
"Arahan dan permintaan Wapres tentu kita sambut baik, karena itu memang merupakan salah satu program kita dalam membantu pekerja dalam pemenuhan aspek perumahan dan transportasi," kata Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G Massaya kepada pers seusai bertemu dengan Jusuf Kalla di Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita
-
Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun
-
BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota
-
Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh
-
Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global
-
Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap
-
Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok
-
Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur
-
Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo
-
Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar