Suara.com - Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menargetkan dana kelola secara nasional Rp233 triliun pada 2015. Target itu diyakini akan tercepai sampai akhir tahun ini.
"Pada 1 Januari 2015 kami mulai dengan dana kelola Rp187 triliun, kami harap di akhir 2015 ini dana kelola kami mencapai Rp233 triliun," kata Direktur Investasi BPJS Ketenagakerjaan Jeffry Haryadi seusai menghadiri Rakorda BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sulawesi Maluku di Makassar, Jumat (27/2/2014).
Jeffry menjelaskan bahwa dana Jaminan Hari Tua (JHT) memberi kontribusi terbesar pada besaran dana kelola tersebut. Besarnya sampai 85 persen dari total dana kelola tersebut.
"Selain karena iurannya yang paling besar yakni 5,75 persen, juga dana tersebut merupakan akumulasi dana sejak berdirinya PT Jamsostek Persero," paparnya.
Sementara Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian, lanjutnya, berkontribusi sekitar 15 persen. Sedangkan untuk Jaminan Pensiun, ia mengatakan bahwa kontribusinya diperkirakan kurang dari Rp5 triliun.
"Targetnya tidak terlalu besar, karena tahun ini baru akan berjalan selama 6 bulan," tambahnya. Jaminan Pensiun ini baru akan berlaku mulai 1 Juli mendatang.
Jeffry mengungkapkan bahwa kontribusi Kawasan Timur Indonesia (KTI) terhadap dana kelola BPJS Ketenagakerjaan masih sangat kecil. Nilainya masih 10 persen.
"Kalau kita mendefinisikan KTI sebagai Sulawesi, Maluku, dan Papua. Maka kontribusinya masih di bawah 10 persen," ujarnya.
Meski demikian, menurut Jeffry, KTI memiliki potensi besar untuk meningkatkan jumlah dana kelola maupun kepesertaannya. "Kami ingin mengoptimalkan potensi ini," pungkasnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Eddy Soeparno: WFH Setelah Lebaran Bisa Pangkas Konsumsi BBM Secara Signifikan
-
Kemenhub Catat Lonjakan 8,58 Persen Pemudik dengan Angkutan Umum, Kereta Masih Jadi Favorit
-
Mengapa Harga Emas Turun di Tengah Kemelut Perang di Timur Tengah?
-
Kendaraan Menuju Puncak Padat, 50.000 Mobil Lalui Tol Jagorawi
-
Pengamat: WFH 1 Hari Memang Tekan Subsidi BBM, Tapi Banyak Pihak Jadi Korban
-
Harga Emas Dunia Mulai Turun, Waktunya Beli Banyak Logam Mulia?
-
Ini 8 Rest Area Tol Cipali yang Bisa Dipakai Saat Arus Balik Lebaran 2026
-
Penumpang Kereta Api Membludak, Okupansi Tembus 150,7%
-
Penjualan Turun, IKEA Pangkas 800 Karyawan
-
Daftar Harga BBM di Tengah Konflik Global, Stabil saat Arus Balik Lebaran 2026