Suara.com - Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI Senator Abdul Azis Khafia menyatakan bahwa pencabutan subsidi listrik hanyalah sebuah isu belaka. Azis mengatakan bahwa tidak ada pencabutan subsidi listrik masyarakat oleh pemerintah.
"Tidak adanya pencabutan subsidi listrik, cuma pencabutan subsidi listrik itu hanya bagi untuk yang mampu ekonominya," kata Aziz di gedung Dewan Pers Lantai 7, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (5/11/2015).
Dirinya pun juga menambahakan Pemerintah Pusat harus tegas dalam menyampaikan dan mengambil keputusan tentang masalah subsidi.
"Kalo memang kepentingan daerah, praktek di lapangan ternyata masyarakat masih galau dicabut atau tidak subsidi listrik," ujarnya.
Aziz juga mengatakan jika memang harus adanya pengalihan listrik terhadap masyarakat, Perintah harus bisa menentukan siapa yang tepat mendapatkan subsidi listrik.
"Kalo emang ada pengalihan subsidi listrik, siapa yang tepat untuk pengguna listrik dengan volt amper 1400, dan dengan volt amper 900," katanya.
Selain itu, anggota DPD-RI ini juga menuntut Joko Widodo dalam menanggapi kebinggungan masyarakat saat ini, tentang subsidi listrik.
"Sampai saat ini masih ada yg tidak seragam antara pemerintah dan dengan fakta yang ada di lapangan," ujarnya.
[Nur Habibie]
Berita Terkait
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Sufmi Dasco Jamin Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa Tak Akan Terulang, Intinya Kompak!
-
DPR Desak PLN Lindungi UMKM Terdampak Pemadaman Listrik, Minta Ada Kompensasi Kerugian
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
BTN Pertimbangkan Lakukan Buyback Saham, Berapa Nilainya?
-
Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Rp2.673.000/Gram Hari Ini
-
Jepang dan Jerman Kekurangan Pekerja, Pemerintah Siapkan Talenta RI
-
Nilai Tukar Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000
-
Jalur Selat Hormuz Mulai Normal, Harga Minyak Dunia Semakin Murah Jadi USD 76,71
-
Selat Hormuz Dibuka, Tarif Sewa Kapal Tanker Meroket Nyaris Dua Kali Lipat!
-
IHSG Langsung Terbang Saat ke Level 6.128 pada Rabu Pagi, Setelah Laporan MSCI
-
Selat Hormuz Dibuka Lagi, Pelaku Logistik Minta Tetap Waspadai Gangguan Rantai Pasok Global
-
Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang
-
MSCI Tunda Keputusan, Ini Sinyal Bahaya yang Harus Diwaspadai IHSG