Suara.com - Mencuci pakaian secara manual menggunakan tangan merupakan pekerjaan rumah yang melelahkan dan memakan waktu lama. Apalagi jika pakaian kotor sudah menumpuk.
Solusinya, Anda bisa menggunakan mesin cuci sehingga tak perlu lagi mengucek-ngucek pakaian dengan tangan. Namun hal tersebut nyatanya menguras listrik yang besar dan membuat tagihan listrik menjadi semakin mahal.
Guna menjawab permasalahan tersebut, sebuah perusahaan startup di Toronto, Kanada bernama Yirego membuat suat alat untuk mencuci pakaian yang dinamakan Drumi. Drumi dibuat sebagai mesin cuci portabel yang hanya perlu sedikit air dan tanpa listrik jika digunakan.
Cara menggunakannya, masukkan pakaian kotor ke dalam Drumi dan juga lima liter air serta detergen. Lalu injak pedal berwarna hijau yang ada pada alat ini. Injaklah selama 5 menit, kemudian tekan tombol untuk mengeluarkan/ membuang air cucian.
Setelah itu, masukkan kembali air bersih ke dalam Drumi untuk membilas pakaian yang baru saja dibersihkan. Lalu tekan kembali tombol untuk mengeluarkan air bilasan. Selanjutnya, pakaian sudah bisa diangkat dan dijemur untuk dikeringkan.
Bentuk Drumi cukup mungil sehingga gampang dipindahkan atau dibawa ke mana saja. Tingginya hanya sekitar 11 inci sehingga hanya bisa mencuci 6-8 pakaian sekaligus. Namun menariknya, alat ini diklaim lebih hemat air dibandingkan mesin cuci biasa. Sementara untuk harga jualnya, Drumi dibanderol USD 239 atau sekitar Rp 3,1 juta.
| Published by Rumahku.com |
Berita Terkait
-
3 Power Bank Jumbo dengan Panel Surya, Bisa Nyalakan Laptop dan Kipas Angin saat Mati Listrik
-
Viral! Pria Dilecehkan di Angkot Cipayung, Pelaku Dikepung Warga, Polisi Buru CCTV
-
Mengapa Mati Lampu Sering Terjadi di Negeri Eksportir Batu Bara Terbesar Dunia?
-
Menjajal Sepatu Andalan Rizky Ridho, Senjata Bek Timnas Indonesia di Lapangan
-
3 Pilihan Sepatu Lari Karbon Ardiles, Lengkap dengan Ulasan Jujur Pengguna
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Mengapa Mati Lampu Sering Terjadi di Negeri Eksportir Batu Bara Terbesar Dunia?
-
Purbaya Mau Naikkan Anggaran Transfer ke Daerah hingga Rp 90 Triliun di 2027
-
IHSG Bangkit ke Level 6.000 di Sesi I, Saham TPIA dan TOWR Bersinar
-
Isu Kelangkaan Batu Bara Bikin Listrik Padam, Pengamat Soroti 'Pengusaha Nakal'
-
Produk UMKM Lokal Bakal Diprioritaskan Muncul di Laman Marketplace, Begini Aturannya
-
Setujui Tenor KPR FLPP hingga 40 Tahun, Pemerintah Pertahankan Bunga Rumah Subsidi 5 Persen
-
HSBC Indonesia Nilai Akses Pembiayaan Modal Kerja Penting Buat UMKM
-
Cara UMKM Agar Tidak Kena Potong Pajak e-Commerce saat Jualan Online
-
Terbitkan Panda Bond, Purbaya: Bunga Utang China Lebih Murah Dibanding Amerika
-
Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail