PT Interarts Graha Selaras atau dikenal dengan Selaras Land kembali memasarkan 100 unit kondominium terbaik di Cikarang, Bekasi. 100 unit tersebut merupakan unit terakhir yang masih tersedia dari 530 unit Kondominium eksklusif bergaya Jepang Grande Valore.
Hingga saat ini, Grande Valore telah menjual 75 persen unit apartemen dari total 530 unit apartemen. Direncanakan, serah terima unit akan dilakukan pada bulan Juni tahun ini.
Menurut Hans Herwin, CEO HPI Consulting sebagai project consultant Grande Valore, mengatakan Grande Valore menyasar konsumen menengah ke atas. “Di daerah Cikarang, segmen market yang kami sasar memang menengah ke atas, dimana permintaannya memang cukup banyak,” ujar dia di Bekasi, jawa Barat, Kamis (13/4/2017).
Selain fasilitas premium, Hans mengatakan kelebihan Grande Valore berada di lokasi yang sangat strategis. “Lokasi properti ini terbilang strategis yang berdekatan dengan tiga pintu gerbang tol sehingga memudahkan akses penghuni ke Jakarta, Bandung dan kota-kota sekitarnya,” kata dia.
Selain itu untuk meningkatkan keuntungan bagi para investor, pihaknya memberikan promosi khusus ‘belum lunas sudah bisa disewakan’. Menurut Hans, investor cukup menyetor sebesar Rp 300 juta, sudah mendapatkan kunci dan bisa langsung menyewakan unitnya.
“Jadi hanya dengan modal hanya Rp 300 jutaan, langsung bisa mendapatkan unit seharga miliaran dan bisa disewakan dengan harga sewa mencapai Rp 25 juta/bulan,” tuturnya.
Selarasland merupakan anak perusahaan dari Selaras Holding yang mengelola banyak bisnis unit seperti Hotel , rumah sakit, agri bisnis, resort dan properti. Beberapa proyek properti yang di kembangkan adalah primera supergrosir Tanah Abang, The Edge Supeblok , The edge Residence dan yang teranyar adalah Grande Valore Condominium dan beberapa kawasan lainnya.
Baca Juga: Sasar Ekspatriat, Grande Valore Pasarkan 100 Unit Terbaik
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026