Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian Jalan Tol Mojokerto - Jombang yang merupakan bagian dari Tol Mojokerto - Kertosono (Moker). Jalan tol yang diresmikan sepanjang 24,9 km yang terdiri dari seksi II ruas Jombang-Mojokerto Kota (19,9 km) dan seksi III ruas Mojokerto Barat-Mojokerto Utara (5 km) di Gerbang Tol Mojokerto, Minggu sore (10/8/2017).
Peresmian dilakukan dengan penekanan sirine oleh Presiden Jokowi bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Gubernur Jawa Timur Sukarwo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Presiden Direktur PT. Marga Harjaya Infrastruktur Wiwiek D. Santoso.
Dengan diresmikannya kedua seksi tersebut, maka panjang Tol Moker yang operasional menjadi 39,6 km dari total 40,5 km dengan besar investasi Rp 5,5 triliun. Sebelumnya pada tahun 2014, telah dioperasikan seksi I ruas Bandar-Jombang (14,7 km). Sementara seksi IV Bandar-Batas Barat (0,9 km) merupakan penghubung dengan Tol Solo-Kertosono dimana konstruksinya sudah 96 persen.
Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengatakan bahwa beberapa waktu lalu mendapatkan laporan dari Menteri PUPR tentang Tol Mojokerto - Jombang sudah selesai pembangunannya. "Hari Minggu saja langsung kita resmikan agar bisa secepatnya digunakan masyarakat," kata Jokowi.
Presiden Jokowi mengatakan ruas tol ini seharusnya sudah mulai dibangun sejak tahun 1996, namun terkendala sulitnya pengadaan lahan dan dukungan pemerintah yang minim. "Saat ini kita sudah mengetahui cara menyelesaikannya. Bila infrastruktur tidak dibangun secepat mungkin, pasti akan semakin mahal biaya lahan dan konstruksinya. Harga tanah naik terus, sehingga investasi semakin besar. Kita akan sulit untuk bersaing," jelasnya.
Kecepatan penyelesaian pembangunan jalan tol ditunggu masyarakat. Pembangunan Tol Moker yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dilakukan melalui investasi swasta murni yakni PT. Marga Harjaya Infrastruktur yang merupakan bagian Grup Astra Infra yang juga terlibat dalam pengusahaan jalan tol, antara lain pada ruas Tangerang-Merak dan Cikopo-Palimanan.
Usai peresmian, selanjutnya akan dilakukan ujicoba pemanfaatan tol (open traffic) mulai Rabu (13/9/2017) sampai dengan keluarnya Keputusan Menteri PUPR mengenai penetapan tarif tol tersebut.
Ketersediaan infrastruktur adalah hal yang fundamental untuk bersaing dengan negara lain, setelah itu adalah sumber daya manusia. Kelancaran konektivitas akan meningkatkan daya saing nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol Jombang - Mojokerto
Sementara itu Menteri Basuki mengatakan pengoperasian ruas tol ini merupakan realisasi dari target pembangunan jalan tol sepanjang 1.800 km hingga akhir tahun 2019.
Pengoperasian Jalan Tol Moker akan memperkuat jaringan jalan nasional yang telah ada sekaligus memberikan andil yang signifikan, khususnya dalam melayani pergerakan barang dan jasa pada jalur Trans Jawa, terutama distribusi logistik dari Surabaya ke arah Tengah, Selatan hingga ke Jawa Tengah.
Beroperasinya Tol Moker dan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) sepanjang 36,27 km yang saat ini dalam tahap penyelesaian akan mengurangi waktu tempuh distribusi barang dan jasa dari Surabaya ke Kertosono. Saat ini waktu tempuh dengan melalui jalan non tol memerlukan waktu kurang lebih 2,5 jam, yang dapat dipangkas dengan adanya jalan tol menjadi kurang dari 1 jam.
Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan kehadiran tol ini meningkatkan kepercayaan para pelaku bisnis yang terlihat dari naiknya Indeks Tendensi Konsumen dari 108,4 persen menjadi 123,21 persen.
Pembangunan Tol Moker menggunakan metode konstruksi ramah lingkungan. Sebagai contoh konstruksi jembatan utama Sungai Brantas yang menggunakan metode Balanced Cantilever sehingga pilar jembatan ditengah sungai dapat dihilangkan. Jembatan yang cukup tinggi ini total panjangnya mencapai 1,2 kilometer
Turut hadir pada acara peresmian tersebut antara lain Direktur Jenderal Binamarga Arie Setiadi Moerwanto, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna, , Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya I Ketut Dharmawangsa, Kepala BBWS Brantas Fauzi Idris dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Desain KDMP Dinilai Melenceng, Berisiko Jadi Proyek Politik Pemerintah
-
Prancis Bak Neraka Bocor, 20 Ribu Warlok dan Turis Dievakuasi Akibat Kebakaran Hutan Ekstrem
-
Here We Go! Daftar Resmi Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026: Bertabur Bintang
-
Pembangunan Daerah Terus Berjalan, Dasco - Cucun Terima Dialog APKASI
-
KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
-
Bukan Cedera, Ini Alasan Debut Mariano Peralta Bersama Persib Tertunda
-
Teknologi Logistik AI Ubah Masa Depan E-Commerce Indonesia
-
Rakyat Tidak Keberatan Membayar Pajak, Asal Negara Tahu Cara Mengelolanya
-
Jordi Amat Ungkap Modal Penting Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026
-
Saksi Dibeli Produk Bukan di Toko Resmi, dr Richard Lee Bingung Jadi Tersangka