- Garudayaksa FC kalah 0-2 dari Persik Kediri di Stadion Pakansari pada Jumat (11/9/2026).
- Jose Enrique mencetak dua gol kemenangan bagi tim tamu Persik Kediri pada menit ke-11 dan ke-75.
- Pelatih Milos Joksic kecewa karena krisis kepercayaan diri dan masalah skuad menyebabkan kekalahan tersebut.
Suara.com - Garudayaksa FC harus menelan kekalahan pahit saat menjamu Persik Kediri pada pekan kedua BRI Super League 2026/2027. Bermain di Stadion Pakansari, Bogor, Jumat (11/9/2026), tim tuan rumah takluk 0-2.
Dua gol Persik Kediri seluruhnya dicetak Jose Enrique. Striker tim tamu tersebut membuka keunggulan pada menit ke-11 sebelum kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-75.
Kekalahan tersebut membuat Pelatih Kepala Garudayaksa FC, Milos Joksic, kecewa berat. Pelatih asal Serbia itu bahkan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada para pendukung karena menilai timnya tampil jauh di bawah standar.
"Pertama-tama, saya ingin meminta maaf secara terbuka kepada para suporter. Laga kali ini kami tidak menampilkan apa pun, terutama di babak pertama. Kami bermain takut, tanpa percaya diri, seolah-olah kami tidak bersiap untuk laga ini. Saya merasa sangat buruk dan malu dengan apa yang kami tampilkan ini," ujar Milos Joksic usai pertandingan.
Garudayaksa FC memang mencoba bangkit setelah turun minum. Permainan mereka sempat terlihat lebih agresif dalam 10-15 menit awal babak kedua. Namun, momentum tersebut tidak mampu dipertahankan hingga Persik akhirnya mencetak gol kedua.
"Di babak kedua kami memulai dengan lebih berani, sekitar 10-15 menit permainan berjalan bagus. Namun setelah itu performa kami menurun lagi dan menerima gol kedua," jelasnya.
"Semua yang sudah kami siapkan di latihan tidak keluar sama sekali. Saya mengucapkan selamat kepada Persik Kediri, mereka menunjukkan cara berjuang dan bermain untuk tim," tambahnya.
Menurut Joksic, persoalan terbesar Garudayaksa FC bukan hanya soal permainan di lapangan. Mentalitas para pemain yang kehilangan kepercayaan diri menjadi salah satu faktor utama yang membuat tim kesulitan mengembangkan permainan.
Ia menyebut situasi serupa sebenarnya sudah terlihat pada pertandingan sebelumnya. Para pemain dinilai terlalu takut melakukan kesalahan sehingga tidak berani mengambil keputusan ketika menguasai bola.
"Di sesi latihan semuanya terlihat sangat baik. Namun di pertandingan ini, masalahnya adalah krisis kepercayaan diri."
"Pemain seperti takut membuat kesalahan, tidak mau mengambil tanggung jawab memegang bola, dan mudah kehilangan bola saat lawan tampil agresif. Selain itu, harus jujur ada masalah kualitas dan kurangnya kecepatan dalam tim," jelas pelatih asal Serbia tersebut.
Joksic juga mengakui kondisi skuad yang belum sepenuhnya lengkap turut memberikan pengaruh. Garudayaksa FC masih kehilangan tiga pemain penting karena cedera, sementara sejumlah pemain baru belum sepenuhnya beradaptasi dengan tim.
"Kami masih belum tampil dengan skuad penuh karena kehilangan tiga pemain penting akibat cedera. Ada beberapa pemain baru yang bergabung dalam seminggu atau dua minggu terakhir, tetapi mereka masih butuh waktu untuk adaptasi dan mencapai kondisi fisik yang ideal. Ke depan saya akan melakukan banyak perubahan karena kepercayaan diri tim ini harus segera dibangun kembali," tegas Joksic.