Suara.com - Ketika memasuki usia yang dianggap matang buat nikah, lumrah sudah kepikiran untuk berbagi pikulan beban hidup bersama seseorang. Tapi di saat bersamaan, kepikiran juga rasa takut memasuki gerbang pernikahan. Bahkan sebagian sering diserang rasa ragu saat ingin memutuskan.
Wajar kok kalau ada rasa ragu terikat dalam pernikahan. Pernikahan itu nggak selalu indah, ada manis dan pahit yang mesti dihadapi bersama pasangan hidup.
Tapi di lain pihak, menikah itu banyak bawa keberuntungan. Nah, kali ini yang diulas secara khusus adalah keberuntungan yang berkaitan dengan finansial.
1.Kantong tebal
Berdasarkan riset para ilmuwan dari Virginia Commonwealth University terungkap cowok yang menikah pendapatannya naik 22 persen dibanding saat bujang.
Studi ilmiah itu masuk akal dan bisa dibuktikan. Misalnya dari tunjangan saja. Tunjangan lelaki yang menikah pasti beda sama yang lajang. Entah itu tunjangan pendidikan anak, asuransi, dan syukur-syukur ada tunjangan khusus istri.
2. Bank mudah jatuh cinta
Status non jomblo ikut berpengaruh terhadap lolosnya aplikasi kredit di bank. Apalagi kalau berupa kredit pemilikan rumah (KPR). Bank bakal lebih sreg kalau calon nasabahnya adalah pasangan suami istri. Begitu ada dokumen kartu keluarga (KK), peluang KPR disetujui terbuka lebar.
Enaknya lagi, hanya yang sudah menikah saja yang bisa mengajukan KPR dengan join income. Cara ini yang membuat cicilan KPR gak lewat dari 30 persen dari income.
3. Enteng bayar pajak
Buat para jomblo jangan protes ya! Pemerintah memang gak pro sama kaum jomblo dalam urusan pajak. Tengok deh aturan main pajak penghasilan, yang sudah berkeluarga dapat keringanan bayar pajak.
Istri bisa terbebas dari keharusan punya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) karena keluarga dianggap sebagai satu kesatuan ekonomis. Selain itu pajak makin berkurang lagi kalau ada tanggungan anak.
4. Join income
Semua jerih payah adalah milik berdua. Itu esensi dari istilah join income bila suami istri sama-sama bekerja. Join income jelas menambah pundi-pundi duit di rekening ketika dua penghasilan digabung jadi satu.
Join income juga membawa rasa aman. Ketika ada masalah terhadap salah satu pendapatan, gak perlu gusar karena pasangan siap memberi dukungan finansial.
5. Pengeluaran terkendali
Cinta dan berbagi. Itu rumus menikah. Rumusan itu berlaku pula dalam urusan uang. Beban pengeluaran bisa dikendalikan dan dipikul berdua. Misalnya saja berbagi pengeluaran untuk tagihan rutin, living cost, sampai kebutuhan konsumtif lainnya.
6. Belajar seni perencanaan keuangan
Menikah akan memaksa seseorang belajar seni mengatur keuangan. Bagaimana pun saat sudah menghapus status belum kawin di KTP, maka mau gak mau mesti berpikir jauh ke depan. Memikirkan kondisi keuangan ketika ada buah hati nanti, asuransi, menyisihkan uang untuk investasi, dan lain sebagainya. Pelan tapi pasti, kelihaian mengatur keuangan bakal terasah.
Baca juga artikel DuitPintar lainnya:
Ketahui Akibat Suami Istri Beda NPWP terhadap Tunggakan Pajak
Jalan Keluar Ajukan KPR saat Pasangan Masuk Daftar Hitam BI
Realita Keuangan Seusai Menikah yang Bikin Kaget
| Published by Duitpintar.com |
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan