Suara.com - Kaesang Pangarep, putera bungsu Presiden Joko Widodo tersebut semakin populer di tanah air. Ini seiring kiprahnya sebagai pemeran film, vlogger, narablog, dan kini merambah menjadi pengusaha kuliner. Tulisan dan videonya sering menjadi kontroversi di media sosial.
Kaesang yang lahir di Solo, Jawa Tengah, 25 Desember 1994 memulai pendidikan dasar di SD Negeri 16 Mangkubumen Kidul, Laweyan, Solo, seperti juga kakak-kakaknya. Kemudian ia melanjutkan SMA di Singapura, Anglo-Chinese School International dengan program studi International Baccalaureat. Setelahnya ia berkuliah di Singapore Institute of Management University.
Dalam dunia blog, Kaesang pernah membuat geger karena menuliskan pengalaman tak sengaja makan babi di Singapura, yang kemudian mendapat perhatian karena panasnya keadaan Pemilihan Presiden tahun 2014 2014. Kontroversi selanjutnya adalah saat ia menertawakan orangtuanya sendiri yang senang memelihara kodok, akibatnya muncullah panggilan kecebong untuk para simpatisan Jokowi.
Penampilannya dalam bentuk video dimulai dengan adu panco dengan Jokowi. Videonya banyak disukai dan walaupun ada juga yang menimbulkan kontroversi baru saat mengomentari akhir Pilkada DKI 2017.
Pemudia berusia 23 tahun ini kemudian ikut memainkan peran supir taksi dalam Film "Cek Toko Sebelah" yang dibintangi Ernest Prakasa.
Dalam dunia bisnis, Kaeang memilih merintis usaha sendiri dari bawah. Ia tak mau melanjutkan bisnis meuebel milik sang ayah. Ia memilih untuk berjualan pisang goreng dengan merek Sang Pisang. Sang Pisang merupakan bisnis terbarunya dengan produk utama adalag pisang goreng naget. Pada 28 Februari 2018, Sang Pisang telah membuka gerai di Palembang. Cabang kedelapan ini dibuka bekerja sama dengan pengusaha Palembang, Wawi Santoso.
Bisnis Kaesang tak cuma Sang Pisang. Sebelum itu, Kaesang juga telah memiliki binis kaus dengan merek Sang Javas dan TRUZ. Dua merek kaus tersebut adalah besutan Kaesang. Sang Javas adalah kaus dengan sablonan bertema kecebong yang diproduksi mulai Agustus 2017. Cebong atau kecebong biasanya disematkan untuk pendukung Jokowi, yang kebetulan gemar memelihara katak. Kaus Sang Javas biasa dijual Rp 150 ribu.
Adapun TRUZ juga produk kaus, tapi dikhususkan untuk penggemar olah raga skateboard. Selain t-shirt, TRUZ juga menjual kaus berlengan panjang, jaket, serta jumper. Kedua produk ini biasanya dijual secara online.
"Jadi tak cuma kuliner, tapi juga fashion dan mainan," kata Kaesang kepada Suara.com di Jakarta, Minggu (11/3/2018).
Bisnis lain Kaesang berupa aplikasi Madhang, tempat pedagang makanan menjajakan hasil olahannya. Ia mengakui aplikasi ini mirip Go-Food, tetapi lebih dikhususkan kepada ibu-ibu rumah tangga atau yang memiliki warung. "Jadi ini yang membedakan," tuturnya.
Kaesang mengakui dirinya memiliki mimpi agar bisnis yang ia kembangkan bisa semakin besar. Bahkan ia menargetkan tiga tahun lagi, perusahaan yang ia miliki sudah bisa terdaftar di Bursa Efek Indonesia alias IPO. "Insya Allah saya targetkan semoga bisa tercapai," tutupnya.
Berita Terkait
-
Dari Titik Terendah hingga Dipercaya Kelola Uang Rp 3 Miliar, Inspirasi dari Jafar Tri Maulana
-
Duel Simbolik Kaesang di Dapil Neraka: Mampukah Efek Jokowi Runtuhkan Dominasi Puan dan PDIP?
-
Bukan 'Ujug-ujug', Terungkap Alasan Kaesang Pilih Jateng Jadi Medan Tempur Menuju Senayan
-
Hasto Respons Santai Kabar Kaesang Nyaleg di Jateng, Singgung Pentingnya Ideologi
-
Bukan Ancaman, Gerindra Sebut Kaesang Nyaleg di Jateng V Bikin Demokrasi Semarak
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis