Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta kepada Apple Inc untuk membuat pabrik dan memindahkan produksinya ke Amerika Serikat. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari tarif impor atas produk Cina ke AS.
“Harga Apple mungkin akan naik karena tarif besar yang kami berlakukan ke Cina, tapi ada solusi mudah dimana akan tanpa pajak sama sekali dan tentu pajak insentif, buat produk Anda di Amerika Serikat daripada di Cina, bangun lahan baru sekarang," kata Donald Trump dalam cuitannya di akun Twitter.
Namun sayangnya pihak Apple hingga saat ini belum mau mengomentari pernyataan Trump tersebut.
Pekan sebelumnya, Apple mengatakan kepada para pejabat perdagangan dalam sebuah surat, bahwa tarif yang diusulkan akan mempengaruhi harga untuk berbagai produk Apple.
Perusahaan mengklaim bahwa AirPods, HomePod, Mac mini dan aksesoris lainnya akan lebih mahal di AS sebagai akibat dari pemberlakuan tarif baru di Cina.
Apple merupakan salah satu yang sangat terkena dampak perang dagang antara AS dan Cina. Perusahaan ini membuat banyak produknya di Cina, sementara pasar potensialnya adalah Amerika Serikat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN