Suara.com - CEO Amazon Jeff Bezos memastikan keamanan dan kehigienisan gudang-gudangnya dari virus corona. Ia juga memastikan para karyawannya memenuhi protokol kesehatan yang ditetapkan seperti menggunakan masker.
Menurut salah satu orang terkaya di dunia ini, perusahaannya telah menganggap serius dari awal virus corona. Sehingga, perusahaan telah mempersiapkan protokol kesehatan yang ketat.
"Saya bangga dengan pekerjaan yang telah dilakukan tim di sana. Kami sudah menganggap ini serius sejak awal," kata Bezos seperti dilansir dari CNBC, Kamis (28/5/2020).
Kepastian Jeff Bezos ini juga menjawab kritikan para pemegang saham Amazon yang menanyakan kondisi gudang yang berpotensi menyebarkan virus asal China itu.
Dalam pertemuan pemegang saham secara virtual, Bezos memulai pidatonya dengan berterima kasih kepada para karyawan gudang dan pengiriman garis depan Amazon, dengan mengatakan bahwa mereka telah memberikan garis hidup kepada para pelanggan yang terjebak di rumah.
"Saya sangat berterima kasih kepada Anda masing-masing untuk pekerjaan penting yang Anda lakukan untuk pelanggan," imbuh Bezos.
Pekerja gudang, kelompok advokasi tenaga kerja dan legislator telah berulang kali mengkritik tanggapan Amazon terhadap virus corona, dengan alasan perusahaan bergerak terlalu lambat dalam upayanya untuk menyediakan peralatan perlindungan pribadi, pemeriksaan suhu dan alat-alat lain untuk menjaga keselamatan karyawan.
Bezos menjawab kembali tuduhan ini, bahwa Amazon dengan cepat menyadari perlunya melindungi pekerja selama pandemi. Ia menambahkan bahwa Amazon telah mengubah cara kerja di dalam gudang untuk memperlambat penyebaran virus corona.
Selain itu, pihaknya juga sekarang tengah membangun laboratorium pengujian sendiri, dengan harapan akan melakukan tes untuk pekerja gudang di seluruh negeri.
Baca Juga: Jack Ma Tak Lagi Jadi Orang Terkaya di China, Ini Penggantinya
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026