Suara.com - Ekonom Senior sekaligus Tim Asistensi Menteri Perekonomian Raden Pardede menyatakan, jika vaksin Virus Corona atau Covid-19 telah ditemukan, kemungkinan besar Ekonomi Indonesia bisa bangkit lagi.
Tapi sayangnya, kabar baik penemuan vaksin hingga kini belum juga ada kepastian. Lantas sampai kapan Ekonomi Indonesia bisa cepat pulih?
Sembari menunggu vaksin ditemukan pemerintah sudah mulai ancang-ancang melakuan kehidupan normal baru atau New Normal.
Pardede mengatakan dengan penerapan New Normal diharapkan pelan-pelan Ekonomi Indonesia mulai bisa bergerak kembali. Dan ini, kata dia, ekonomi sudah mulai bergeliat lagi.
"Perkiraan pola pemulihan ekonomi di bulan Maret drop, bulan April juga masih turun, di bulan Mei mulai off dan di bulan Juni mulai exit," kata Pardede dalam video teleconference di Jakarta, Selasa (9/6/2020).
Masih menurutnya, pemulihan ekonomi akan terus terjadi jika pemerintah menjalankan kehidupan normal baru tetapi dengan protokol kesehatan yang ketat, sembari menunggu penemuan obat penawar Covid-19.
"Ini akan terus berlangsung pemulihan ini sampai dengan vaksin ditemukan tahun depan. mudah-mudahan tahun depan kita sudah mendapatkan vaksin dan tersebar ke seluruh masyarakat," katanya.
Dirinya pun optimistis bahwa vaksin corona akan segara ditemukan dalam waktu dekat ini, karena semakin cepat akan semakin baik.
"Tahun depan ketika vaksin ditemukan ini akan pulih sebagian tapi belum kembali pada posisi (sebelum Covid-19). Mungkin butuh waktu setengah tahun sampai 1 tahun lagi, 2022 atau 2023 baru kembali kepada (keadaan) precovid-19," harapnya.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia di Tengah Pandemi serta Kebijakan yang Dilakukan
Berita Terkait
-
Ekonomi Indonesia di Tengah Pandemi serta Kebijakan yang Dilakukan
-
Kuartal II Ekonomi Indonesia Makin Babak Belur Dihajar Corona
-
Dibanding Singapura, Ekonomi Indonesia Tak Terlalu Parah Dihantam Covid-19
-
Tak Kurang Tak Lebih, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Mentok 2,3 Persen
-
Corona, Membuka Tabir Imunitas Ekonomi Indonesia
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026