Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini Senin (28/9/2020) dibuka menguat, setelah pekan kemarin anjlok 2,24 persen.
Melansir data RTI, IHSG di awal pra perdagangan naik 17 poin ke level 4.962 atau menguat 0,35 persen. Setelah dibuka tepat pukul 09:00 Wib, IHSG naiknya makin tinggi ke level 4.973 dengan menguat 27 poin atau 0,56 persen.
Begitu juga dengan indeks LQ45 yang naik 4 poin atau 0,76 persen menuju level 765. Sebanyak 93 saham menguat, 9 saham melemah dan 49 saham belum ditransaksikan.
Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, setelah IHSG selama seminggu lalu turun sebesar 2,24 persen dengan disertai net sell investor asing sebesar Rp 2,51 triliun. Awal pekan ini IHSG berpotensi melanjutkan penguatannya.
"Di awal minggu ini, Senin IHSG diperkirakan berpeluang melanjutkan penguatannya menyusul lanjutan kenaikan Indeks Dow Jones sebesar 1,34 persen," kata Edwin dalam analisanya, Senin (28/9/2020).
Sentimen positif juga datang dari naiknya EIDO sebesar 2,65 persen serta reboundnya harga komoditas minyak kelapa sawit dan nikel.
"IHSG kami perkirakan bergerak pada 4.911 - 4.994 adapun saham-saham yang kami rekomendasikan hari ini adalah BBNI, MBAP, BBRI, JPFA, GGRM, BBCA, LSIP, UNTR, ADRO, AALI," saran Edwin.
Dari sentimen bursa regional, Edwin mengatakan mayoritas bursa saham di developed economies bergerak menguat. Bursa saham benua kuning bergerak bervariatif pada perdagangan jumat kemarin.
Indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar 0,32 persen lalu indeks Shanghai ditutup melemah sebesar 0,12 persen dan Indeks Kospi ditutup menguat sebesar 0,27 persen.
Baca Juga: Pernyataan Anies soal PSBB Membakar Rp 300 Triliun Uang di Pasar Modal
Sementara itu, Dow Jones ditutup menguat sebesar 1,34 persen di level 27,713 hal ini sejalan dengan penguatan S&P 500 sebesar 1,60 persen.
Dari pasar komoditi, harga timah melemah sebesar 0,56 persen, harga minyak kelapa sawit menguat 3,17 persen dan harga emas melemah 0,11 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026