Suara.com - Harga minyak dunia naik 2 persen setelah dollar AS menyudahi penguatannya yang dapat meningkatkan harga minyak mentah dunia.
Mengutip CNBC, Kamis (15/10/2020) harga minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak pengiriman Desember, patokan internasional, ditutup melesat 88 sen atau 2,07 persen menjadi 43,33 dollar AS per barel.
Sedangkan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), patokan Amerika Serikat, ditutup melejit 84 sen, atau 2,1 persen, menjadi 41,04 dollar AS per barel.
Sebelumnya pada sesi Senin, kedua patokan tersebut anjlok hampir 3 persen.
Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan, produsen minyak akan mulai mengurangi pembatasan produksi seperti yang direncanakan pada Januari meski ada lonjakan kasus virus corona.
China, importir minyak mentah terbesar dunia, menerima 11,8 juta barel per hari (bph) minyak pada September, naik 5,5 persen dari Agustus dan melejit 17,5 persen dari tahun sebelumnya, tetapi masih di bawah rekor tertinggi 12,94 juta bph pada Juni, menurut data bea cukai.
Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan dalam World Energy Outlook bahwa dalam skenario utamanya, vaksin dan terapi dapat berarti ekonomi global pulih pada 2021 dan permintaan energi pulih pada 2023.
Tetapi di bawah "skenario pemulihan yang tertunda," dikatakan bahwa pemulihan permintaan energi didorong kembali ke 2025.
Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC) memangkas perkiraan permintaan minyaknya, dengan alasan dislokasi ekonomi yang disebabkan virus corona atau Covid-19.
Baca Juga: Ekonomi China Mulai Kuat, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik
Dalam laporan bulanan, disebutkan permintaan minyak akan naik 6,54 juta barel per hari tahun depan menjadi 96,84 juta barel per hari, atau kurang sekitar 80.000 barel per hari dari ekspektasi sebulan lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?
-
Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman
-
Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia
-
Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia
-
Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi
-
Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu
-
RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun
-
Pemerintah Resmi Luncurkan SRUK 9 Juli, Era Baru Perdagangan Karbon Dimulai
-
Riset CORE Indonesia Ungkap MBG & Kopdes Merah Putih Bikin Pemda 'Krisis Keuangan'
-
Handy Wihartady Ditunjuk jadi Direktur Utama PLN Enjiniring, Siapa Dia?