News / Nasional
Senin, 17 Agustus 2026 | 06:00 WIB
Petugas melakukan penyisiran bangunan Pelabuhan Laurentius Say Maumere yang rusak akibat gempa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). [ANTARA FOTO/Gregorio J Gilbert]
Baca 10 detik
  • Pemerintah mengirim 27 ton logistik menggunakan pesawat Hercules ke Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus.
  • Lebih dari 3.500 personel TNI dan Polri dikerahkan ke wilayah Flores untuk membantu proses evakuasi korban gempa.
  • Sejumlah menteri dan badan usaha dilibatkan untuk mempercepat penanganan pascagempa bumi secara lintas sektor di NTT.

Suara.com - Pemerintah langsung mengerahkan logistik dan ribuan personel untuk menangani dampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8).

Dalam hitungan jam setelah gempa terjadi, bantuan logistik mulai dikirim ke sejumlah wilayah terdampak. Hingga Sabtu malam, total 27 ton logistik telah diberangkatkan menuju NTT menggunakan sejumlah kloter penerbangan pesawat Hercules.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan pengiriman dilakukan secara bertahap untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak segera terpenuhi.

“Ini adalah kloter terakhir penerbangan hari Sabtu. Dari total 27 ton logistik sudah terkirim ke NTT dengan berbagai kloter penerbangan Hercules di hari itu juga,” ujar Teddy, dikutip dari akun resmi Sekretariat Kabinet @sekretariat.kabinet, Minggu (16/8/2026).

Bukan hanya bantuan logistik, pemerintah juga mengerahkan ribuan personel untuk mendukung proses evakuasi dan penanganan di lokasi terdampak.

Lebih dari 3.500 personel TNI dan Polri diterjunkan ke berbagai wilayah di Flores pada hari yang sama ketika gempa terjadi.

Personel tersebut disebar ke sejumlah wilayah, termasuk Manggarai dan Maumere, serta daerah lain yang terdampak gempa di NTT.

“Selain itu, langsung di hari kejadian, TNI-Polri telah mengerahkan lebih dari 3.500 personel ke berbagai daerah pada hari Sabtu, disebar ke Manggarai, Maumere, Flores, dan daerah terdampak lainnya di NTT,” kata Teddy.

Pengerahan personel tersebut dilakukan untuk mendukung berbagai kebutuhan penanganan di lapangan, mulai dari evakuasi hingga membantu proses pemulihan setelah gempa.

Baca Juga: BNPB Minta Warga Segera Laporkan Kerusakan Rumah Usai Gempa NTT

Pergerakan pemerintah tidak hanya mengandalkan BNPB dan aparat keamanan. Sejumlah kementerian dan lembaga juga diarahkan untuk langsung terlibat dalam penanganan dampak gempa.

Sejumlah pasien terdampak gempa dievakuasi di halaman RS Siloam Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (15/8/2026). Pihak rumah sakit dibantu petugas kepolisian setempat mengevakuasi pasien setelah terjadi gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo dengan kedalaman 10 km di 46 kilometer timur laut Labuan Bajo pada pada pukul 06.13 WITA. ANTARA FOTO/Gecio Viana/sth/nz

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar penanganan pascagempa dilakukan secara cepat dan melibatkan lintas sektor.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala BNPB, Kepala Basarnas, Wakil Menteri Kesehatan, serta Wakil Menteri Sosial dikerahkan ke NTT.

Sejumlah badan usaha juga dilibatkan, di antaranya PLN, Pertamina, dan Telkom.

Keterlibatan berbagai instansi tersebut diarahkan untuk menangani kebutuhan masyarakat secara menyeluruh, termasuk bantuan, evakuasi, hingga pemulihan layanan dasar yang terdampak gempa.

Pemerintah memastikan koordinasi lintas sektor terus dilakukan sembari memantau kondisi di sejumlah wilayah terdampak NTT.

Dengan pengerahan logistik, personel, serta berbagai unsur pemerintah sejak hari pertama, penanganan pascagempa diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Load More