Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka merah pada perdagangan Selasa (22/12/2020) karena sejumlah sentimen negatif, salah satunya adanya virus corona jenis baru di Inggris.
Melansir data RTI, IHSG diawal pra perdagangan turun 18,9 basis poin ke level 6.146 atau melemah 0,31 persen dibandingkan penutupan kemarin di level 6.165.
Sementara itu indeks LQ45 juga dibuka ikutan memerah, pada awal pra perdagangan indeks ini turun 4,7 basis poin atau melemah 0,49 persen menuju level 966.
Sebanyak 131 saham menguat, 78 saham melemah dan 211 saham belum ditransaksikan.
Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, laju IHSG akan tertahan sepanjang perdagangan hari ini, karena faktor turunnya indeks global yang mendapat sentimen negatif adanya varian baru virus corona atau Covid-19 di Inggris.
Selain itu, kombinasi jatuhnya EIDO sebesar 0,50 persen ditengah turunnya beberapa harga komoditas seperti minyak, emas, CPO, nikel dan timah juga berpotensi menjadi alasan investor melakukan aksi profit taking.
"IHSG kami perkirakan bergerak pada 6.126 - 6.218 adapun saham-saham yang kami rekomendasikan hari ini adalah JSKY, ISAT, MDKA, PTPP, UNTR, CPIN, AKRA, TBIG, ERAA dan ADRO," kata Edwin dalam analisanya.
Sebelumnya Wall Street ditutup bervariasi dikarenakan perkembangan kasus Covid-19 di Inggris yang menemukan mutase virus corona yang membuat Inggris melakukan lockdown di beberapa wilayah termasuk London.
Namun dari kabar vaksin Moderna yang sudah mendapat persetujuan pemerintah AS menjadi sentimen positif perdagangan bursa AS.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Turun Imbas Adanya Virus Corona Jenis Baru
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026
-
Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
-
Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya
-
Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun