Suara.com - President and Co-Founder TaniHub Group Pamitra Wineka mengatakan, tidak maju-majunya petani di Indonesia karena terlilit utang yang begitu besar kepada para rentenir.
Untuk itu dirinya meminta kepada para petani untuk tidak lagi meminjam uang kepada para rentenir.
"Para petani kita lebih suka pinjam uang ke rentenir ke para tengkulak," kata Pamitra dalam konfrensi pers secara virtual, Kamis (21/1/2021).
Untuk itu kata dia, TaniHub Group siap memberikan kemudahan bagi petani di Indonesia, terutama dalam hal pemasaran dan permodalan.
Dalam hal permodalan kata dia TaniHub Group memiliki anak usaha yang khusus memberikan modal kepada para petani yakni TaniFund.
“Kami akan selalu ada untuk petani di Indonesia dan siap membantu mereka jika ada kendala dan permasalahan," katanya.
Dirinya menjelaskan, alasan perbankan sulit memberikan pinjaman kepada petani adalah karena petani sulit mengakses pasar untuk menjual produknya.
Akses pemasaran produk petani tidak menentu sehingga perbankan tidak mau mengambil risiko, banyak petani yang menerima sedikit pinjaman dari perbankan akhirnya petani banyak berurusan dengan rentenir.
TaniFund adalah platform peer-to-peer (P2P) lending yang berfokus pada industri agrikultur di Indonesia.
Baca Juga: Mau Lepas dari Jeratan Hutang Rentenir dan Pinjol Ilegal? Ini Caranya!
Sampai saat ini TaniFund sudah menggelontorkan pinjaman kepada para petani sebanyak Rp 181 miliar dimana dari penyaluran tersebut sebanyak Rp 133 miliar total pinjaman yang sudah lunas.
Berita Terkait
-
Mau Lepas dari Jeratan Hutang Rentenir dan Pinjol Ilegal? Ini Caranya!
-
Duh, Ribuan Warga Kota Bandung Terjerat Hutang ke Rentenir
-
Hentikan Pertanian Opium, Pemerintah Bihar Sarankan Petani Tanam Serai
-
Pemkab Bandung Pakai Dana dari Tembakau untuk Pemulihan Ekonomi
-
DPR Sebut Petani Belum Siap Pakai Kartu Tani
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026