Suara.com - Harga perak dunia tiba-tiba terus memperpanjang reli kenaikannya hingga 3 hari berturut-turut, komoditas ini naik 11,2 persen menuju level tertingginya dalam 8 tahun terakhir.
Pemicu naiknya harga perak ini dikarenakan investor ritel mengalihkan fokus mereka dari saham GameStop dan ekuitas lainnya ke logam tersebut.
Mengutip CNBC, Selasa (2/2/2021) harga perak di pasar spot melonjak 8,3 persen menjadi 29,23 dolar AS per ounce, turun sedikit setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak Februari 2013 di posisi 30,03 dolar AS per ounce.
Data dari iShares Silver Trust ETF, ETF perak terbesar, menunjukkan kepemilikan peraknya melonjak dengan rekor 37 juta saham dari Kamis hingga Jumat saja, masing-masing mewakili satu ounce perak.
Beberapa dari mereka mengurangi posisinya dan itu bisa menjadi penyebab terjadinya penurunan harga perak, papar dia.
Sementara itu, harga emas di pasar spot melonjak 1 persen menjadi 1.865,29 dolar AS per ounce, sedangkan emas berjangka Amerika Serikat meningkat 1 persen menjadi 1.868,10 dolar AS per ounce.
Sejumlah ahli memperingatkan bahwa kinerja emas yang relatif lemah menunjukkan reli perak mungkin tidak bertahan lama. Satu ounce emas saat ini membeli 63,6 ounce perak, dibandingkan 73,3 ounce pada 25 Januari.
Logam lainnya, platinum meroket 5,3 persen menjadi 1.129,28 dolar AS per ounce dan paladium naik 0,9 persen menjadi 2.246,28 dolar AS per ounce.
Baca Juga: Geger! Warga Temukan Emas dan Perak di Pantai, Harta Karun dari Laut?
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, BI Disebut Lakukan Intervensi
-
Sinyal untuk Beli, Harga Emas Antam Terus Turun Jadi Rp2.645.000/Gram
-
IHSG Menguat saat Bursa Global Mayoritas di Zona Merah, Rupiah Naik Tipis
-
Setelah Dibuka Menguat IHSG Langsung Anjlok di Senin Pagi, BBCA Mulai Diborong Asing
-
Konflik AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Naik ke Level 72 Dolar AS
-
Update Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini
-
Kenaikan Cukai Rokok Dinilai Bisa Pangkas Ribuan Lapangan Kerja, Ini Kata Said Iqbal
-
OJK Ungkap Ancaman Baru Perbankan: Daya Beli Turun, PHK Naik, Risiko Kredit Membesar
-
Pertamina Raih Cuan Banyak dari Investasi EBT di Filipina
-
Negara BIsa Kehilangan Triliunan Penerimaan Negara dari Industri Rokok