Suara.com - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut produk-produk UMKM tersedia di mana-mana. Kali ini, produk UMKM bakal mejeng di kamar-kamar hotel untuk memenuhi perlengkapan.
Sebanyak 30.000 kamar di 140 jaringan hotel Accor akan dipenuhi produk UMKM.
"Bukan sekadar showcase, melainkan juga bisa meningkatkan branding dan promosi produk UMKM," ujar Teten dalam keterangannya, Minggu (4/3/2021).
Bagi Teten, kerja sama ini sangat membantu pelaku UMKM karena akan banyak produk mereka yang terhubung dengan jaringan hotel milik Accor Indonesia.
"Saya meyakini, kerja sama ini merupakan kolaborasi mutualisme atau saling menguntungkan," imbuh Teten.
Bahkan, lanjut Teten, dengan semakin banyaknya produk UMKM tampil di banyak hotel berbintang, masyarakat pun bakal semakin respect terhadap kualitas produk UMKM.
"Misalnya, di setiap hotel Accor, ada kedai kopi yang kopinya merupakan produk khas di daerah tersebut. Begitu juga dengan kulinernya. Sehingga, akan terasa betul aura dari diversity of Indonesia," kata Teten.
Dalam kesempatan yang sama, Dirut Smesco Indonesia Leonard Theosabrata menjelaskan, jenis produk UMKM yang akan mengisi jaringan hotel Accor antara lain untuk memenuhi kebutuhan restoran, bedroom, bathroom, toiletries, amenities, home decor, household, hingga minibar.
"Kebutuhan snack untuk meeting room juga akan diakomodasi dari produk UMKM," jelas Leonard.
Baca Juga: Pegiat UMKM, Ini Tips Bisnis Kembali Maju Usai Pandemi
Selain itu, lanjut Leonard, produk UMKM juga diharapkan dapat berperan memenuhi kebutuhan hotel-hotel yang akan dibangun di beberapa wilayah di Indonesia lainnya. Di antaranya, Jawa Timur dan Banten.
"Kurasi akan dilakukan sesegera mungkin agar setelah pembangunan selesai produk UMKM sudah bisa digunakan yang tentunya melalui kurasi bersama antara Smesco dan Accor," pungkas Leonard.
Berita Terkait
-
Ridwan Kamil Beri Misi Khusus pada Emak-emak di Jawa Barat
-
Pentingnya Pengolahan Pangan Saat Pandemi, Jadi Sumber Pemasukan Alternatif
-
Pegiat UMKM, Ini Tips Bisnis Kembali Maju Usai Pandemi
-
Dear UMKM, Yuk Curi Start Agar Bisnis Moncer Usai Pandemi, Begini Caranya!
-
Dorong Pemulihan Ekonomi dari Segmen UMKM, Ini Inisiatif BRI
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026