Suara.com - Peluncuran kampanye iklan yang dilakukan oleh Bank KB Kookmin dengan menggandeng BTS sebagai brand ambassadornya pada Desember 2020 lalu, membuat bank nomor 1 asal Korea ini semakin menegaskan posisinya di Indonesia.
Setelah kemunculan iklan tersebut selesai, menurut survei yang dilakukan Nielsen sebesar 71,56% atau 7 dari 10 masyarakat Indonesia telah menyaksikan iklan KB Kookmin lebih dari satu kali.
“Melalui survei yang telah Nielsen lakukan, diperoleh nilai aided brand recall sebesar 13,56%. Hal ini menunjukkan bahwa penetrasi yang dilakukan oleh KB Kookmin memberikan pengaruh positif bagi masyarakat Indonesia akan kesadaran merek KB Kookmin,” ujar Jun-Hwan Park, Senior Manager, departmen Brand strategi ditulis Senin (26/4/2021).
Aided brand recall sendiri merupakan kemampuan konsumen untuk mengenali suatu merek. Survei yang dilakukan adalah dengan menyajikan beberapa brand dari bidang perbankan yang bergerak di industri sejenis. Yang bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan masyarakat dalam mengenal brand tersebut.
“Dengan menggandeng BTS sebagai brand ambassador dalam iklan tersebut, fokus kami untuk menjadi Bintang dan mitra keuangan Indonesia tersampaikan dan berjalan dengan baik. Selain itu, dengan hadirnya KB Bukopin, kami berharap dapat memberikan kontribusi positif di bidang jasa keuangan di Indonesia,” ujarnya.
Kampanye iklan KB Kookmin masih mendapatkan sambutan baik dari masyarakat Indonesia, hal ini terlihat adanya komentar pada iklan tersebut mengatakan bahwa mereka tidak bisa mengalihkan pandangan pada TV setiap iklan tersebut muncul.
“Kami berharap merger Bank KB Bukopin dapat menguntungkan kedua negara dan semoga ke depannya Bank KB Kookmin dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan jasa keuangan di Indonesia,” ucapnya.
Hingga saat ini, Iklan KB Kookmin kini telah ditonton lebih dari 35 juta kali yang dapat disaksikan di Youtube, Facebook dan Instagram.
Baca Juga: KB Kookmin Lebarkan Sayap dengan Menambah Sejumlah Layanan Finansial
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League
-
Cashlez Kantongi Dana Rp237,2 Miliar dari Rights Issue, Siap Perluas Ekosistem Pembayaran Digital
-
Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati
-
Deepfake AI Teror Mahasiswi PTN di Solo, Polisi Kantongi Profil Terduga Pelaku
-
Penjualan Semen SIG Tembus 18,27 Juta Ton, Naik 5,6% di Tengah Persaingan Ketat
-
Anggaran Militer Melejit Rp187 T, Kabinet Bayangan: Mau Perang dengan Korbankan Demokrasi?
-
Siap-Siap! Jatim Usulkan 2.100 Kursi CPNS 2026, Ini Bocoran Jadwalnya
-
IHSG dan Rupiah Melemah Usai Perry Warjiyo Mundur, Gubernur BI Buka Suara
-
Minat Investor Asing Akuisisi Bank Indonesia Masih Tinggi, Proses Merger BPR/BPRS Terus Bertambah
-
Menolak Punah: Komunitas Menjadi Benteng Utama Karya Musik dan Buku Indie