Suara.com - Pemerintah buka suara terkait Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada kuartal I 2021 yang masih negatif. Pada Kuartal I 2021, Ekonomi Indonesia tumbuh negatif 0,74 persen.
Meski negatif, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim, Ekonomi Indonesia mulai menuju ke arah perbaikan.
Hal tersebut terlihat dari indikator perekonomian yang juga mulai membaik. Selain itu, Ketua Umum Partai Golkar ini menyebut perekonomian Indonesia membentuk kurva seperti huruf .
"Dari sisi demand side sudah kita lihat berbagai chart itu menunjukkan positif ataupun proyeksi yang membaik di 2021 baik dari konsumsi rumah tangga meksi minus tapi sudah 2,23 lebih baik dari kuartal 4," ujar Airlangga dalam konferensi pers, Rabu (5/5/2021).
Mantan Menteri Perindustrian ini juga menuturkan, dari sisi ekspor dan impor juga mengalami peningkatan yang mana tumbuh masing-masing 6,74 persen dan 5,27 persen.
"Dari aktivitas produksi di industri pengolahan sudah naik ke minus 1,38 persen, perdagangan eceran juga sudah meningkat ke posisi minus 1,23 persen," tuturnya.
Kemudian, tambah Airlangga, dari sisi pula transportasi, pergudangan juga sudah membaik dan akomodasi makanan minuman juga mengalami perbaikan meski negatif.
"Dan beberapa yang tumbuh positif informasi dan komunikasi di Kuartal I 8,72 persen kesehatan 3,64 persen, pertanian konsisten 2,95 persen dan untuk real estate juga terjadi kenaikan," ucap dia.
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2021, hasilnya ekonomi Indonesia tumbuh minus 0,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 2,97 persen (yoy).
Baca Juga: Arif Budimanta : Perekonomian Indonesia Semakin Pulih
Masih negatifnya Pertumbuhan Ekonomi Indonesia tak bisa dilepaskan dari dampak negatif Covid-19 yang menyebabkan banyak pembatasan di pergerakan orang dan pergerakan barang sehingga ikut menghambat produksi, dan distribusi dunia usaha.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan 1 tahun 2021 ini masih mengalami kontraksi sebesar 0,74 persen," kata Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (5/5/2021).
Sedangkan jika dilihat per kuartal, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2020 terhadap triwulan I 2021 mengalami kontraksi sebesar 0,96 persen (q-to-q).
Dari sisi produksi q-to-q, penurunan disebabkan oleh kontraksi yang terjadi pada beberapa lapangan usaha. Dari sisi pengeluaran, penurunan disebabkan oleh kontraksi pada seluruh komponen pengeluaran.
Untuk Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada triwulan I-2021, mencapai Rp 3.969,1 triliun. Sedangkan atas dasar harga konstan 2021 mencapai Rp 2.698,3 triliun.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz
-
Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak
-
Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?
-
Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar
-
IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi
-
Lawan Overcapacity, Strategi Transformasi SIG Mulai Berbuah Manis
-
Lahan Pusat Kota Menipis, Kawasan Kemayoran Bakal Disulap Jadi Pusat Ekonomi Baru
-
Cara Payfazz Bantu UMKM Cari Cuan Tambahan
-
Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp 2.839.000/Gram
-
MARK Tebar Dividen Rp50 per Saham, Cek Jadwalnya di Sini