Suara.com - Kementerian BUMN membeberkan tugas-tugas Abdee Slank sebagai Komisaris PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi Arya Sinulingga menerangkan, sekarang Telkom telah melakukan transformasi bisnis dari mengurus infrastruktur telekomunikasi menjadi perusahaan digital.
Maka dari itu, diperlukan sosok yang bisa mengawasi konten-konten digital yang diproduksi oleh Telkom dan kriteria itu ada pada Abdee Slank.
"Di sana kita butuhnya orang-orang seperti komisaris yang memang punya pengalaman khususnya untuk konten digital. Dan kita tahu yang namanya Abdi negara adalah orang yang memang sudah punya pengalaman di bidang khususnya di bidang musik digital dan itu adalah salah satu pemahaman Abdi untuk meletakkan dia di digital content. Nah hal inilah yang kita butuhkan juga," ujar Arya, Senin (31/5/2021).
Menurut Arya, kondisi seperti sama saat Kementerian mengangkat Fajrin Rasyid dari Bukalapak menjadi Direktur di Telkom.
Ia menambahkan, Kementerian tidak mungkin asal pilih dalam mengangkat direksi atau komisaris. Kementerian memilih direksi atau komisaris sesuai dengan keahlian di bidang perusahaan dan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.
"Karena kita ingin mengembangkan Telkom itu mengarah ke digital itu, nah dari situ kita lihat bahwa, makanya kita tarik juga Abdi itu karena dia kan punya pengalaman bidang itu juga," ucap dia.
Sebelumnya, Abdi Negara Nurdin atau yang dikenal dengan nama panggung Abdee Slank diangkat sebagai Komisaris Telkom oleh Menteri BUMN, Erick Thohir. Keputusan ini diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar, Jumat (28/5/2021).
Selain Abdee Slank, Erick juga mengangkat Bambang Brodjonegoro - mantan Menteri Riset dan Teknologi - menjadi Komisaris Utama Telkom menggantikan Rhenald Kasali, demikian dikutip dari siaran pers Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
Baca Juga: Singgung Abdee Jadi Komisaris Telkom, Farhat Abbas Minta Jatah Jabatan?
Dalam daftar komisaris Telkom juga ada beberapa nama yang tidak asing bagi publik seperti Rizal Mallarangeng dan Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Mahendra Sinulingga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Ekonom Bongkar Biang Kerok Lemahnya Rupiah: Aturan DHE SDA Prabowo Terhambat di Bank Indonesia
-
Danantara Bakal Borong Saham, Ini Kriteria Emiten yang Diserok
-
Lobi Investor Asing, Bos Danantara Pede IHSG Rebound Besok
-
Danantara Punya Kepentingan Jaga Pasar Saham, Rosan: 30% 'Market Cap' dari BUMN
-
Profil PT Vopak Indonesia, Perusahaan Penyebab Asap Diduga Gas Kimia di Cilegon
-
Bos Danantara Rosan Bocorkan Pembahasan RI dengan MSCI
-
IHSG Berpotensi Rebound, Ini Saham yang Bisa Dicermati Investor Pekan Depan
-
Pengamat: Menhan Offside Bicara Perombakan Direksi Himbara
-
AEI Ingatkan Reformasi Pasar Modal RI Jangan Bebani Emiten
-
Bongkar Muat Kapal Molor hingga 6 Hari, Biaya Logistik Kian Mahal