Suara.com - Harga emas dunia menguat meski masih di bawah level tertingginya. Kenaikan harga ini ditopang melemahnya imbal hasil obligasi AS.
Mengutip CNBC, Kamis (3/6/2021) harga emas di pasar spot naik 0,4 persen menjadi 1.906,80 dolar AS per ounce, setelah mencapai level tertinggi sejak 8 Januari di 1.916,40 dolar AS per ounce.
Sedangkan emas berjangka Amerika Serikat ditutup meningkat 0,3 persen menjadi 1.909,90 dolar AS per ounce.
Imbal hasil US Treasury 10-tahun turun di bawah 1,60 persem, mengurangi opportunity cost memegang emas, yang tidak memberikan bunga, sementara pasar saham melayang di dekat rekor tertinggi.
Selanjutnya, investor menunggu data penggajian Amerika yang akan dirilis Jumat, untuk mengukur isyarat kebijakan moneter di masa mendatang.
Gangguan dalam rantai pasokan dan kenaikan harga komoditas dapat membatasi potensi pertumbuhan manufaktur Amerika, dan Federal Reserve sangat mencermati data pasar tenaga kerja, kata analis Commerzbank, Daniel Briesemann.
Di antara logam mulia lainnya, paladium stabil di 2.860,21 dolar AS per ounce, perak naik 0,7 persen menjadi 28,10 dolar AD per ounce, dan platinum turun 0,2 persen menjadi 1.189,10 dolar AS per ounce.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara